MIN 1 Tanggamus (Humas) -- Pelaksanan Upacara Peringatan
Hari Lahir Pancasila pada Kamis, pukul 07.30 s.d. 08.30 WIB yang bertempat di
halaman Utama MIN 1 Tanggamus. Kegiatan tersebut dilaksanankan sebagai
peringatan hari lahir Pancasila. Kegiatan diikuti oleh semua siswa kelas VI,
serta semua Dewan Guru dan Pegawai Tata Usaha.
Pemilihan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila
merujuk pada momen sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha
Persiapan Kemerdekaan/BPUPKI) dalam upaya merumuskan dasar negara Republik
Indonesia. Badan ini menggelar sidang pertamanya pada tanggal 29 Mei 1945.
Dalam sidang tersebut, anggota BPUPKI membahas mengenai dasar-dasar Indonesia
merdeka. alam sidang kedua BPUPKI, Soekarno dalam pidatonya yang bertajuk
“Lahirnya Pancasila” berkesempatan menyampaikan gagasannya mengenai konsep awal
Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia tepatnya pada 1 Juni 1945. Pidato
ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru
mendapat sebutan "Lahirnya Pancasila" oleh mantan Ketua BPUPKI Dr.
Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang
kemudian dibukukan oleh BPUPKI.
Kepala MIN 1 Tanggamus, Kusairi, S.Pd.I sebagai Inspektur
upacara membacakan pidato Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terkait
upacara Hari Lahir Pancasila 2024. Hal demikian merujuk pada Surat Edaran
Kepala BPIP No 2 Tahun 2024. Yang intinya dengan peringatan Hari Lahir
Pancasila ini dapat memompa semangat kita semua untuk terus mengamalkan
Pancasila demi Indonesia yang maju, adil, makmur, dan berwibawa di kancah
dunia.
Kusairi juga menambakan, “Selaku warga Madrasah kita harus
merasa memiliki dan menjalankan Pancasila sebagai pedoman atau dasar berbangsa
dan bernegara. Pancasila sebagai
falsafah harus dijiwai karena Pancasila merupakan nilai yang terkandung juga
dalam agama. Dengan adanya tema “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju
Indonesia Emas Tahun 2045” diharapkan dalam membangun peradaban saling bahu
membahu, mampu melakukan perubahan yang baik dan memiliki falsafah Pancasila
yang dapat menanungi etnis, ras dan agama yang dimiliki oleh bangsa kita.
Membangun peradaban melalui pertumbuhan
global dan berharap bisa mengimplementasikan nilai nilai pencasila dalam
kehidupan sehari-hari".
Oleh karena itu, mari kita bangun perubahan besar dalam
kehiudpan kita demi membangun pertumbuhan Global yang lebih baik",
tutup Kusairi. (iis)
