Way Kanan, KUA Gunung Labuhan (Humas) - - Dalam rangka memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Dua Penyuluh Agama Islam asal KUA Kecamatan Gunung Labuhan, Sigit Wibowo dan Sariyanto mendapat penghormatan menjadi pentausiah di Majelis Ta’lim Annisa Masjid Al-Mukoddam, Tiuh Balak,Kecamatan Baradatu, Waykanan, Lampung. Kamis, (15/01) kemarin.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan jamaah, tak
terkecuali beberapa Tokoh, termasuk tokoh masyarakat, agama, Anggota Dewan
Kabupaten Way Kanan, Nikman Karim serta Purna Bakti Dansubramil Kecamatan
Gunung Labuhan.
Dengan tema "Hikmah dan Makna Isra’ Mi’raj
Nabi Muhammad SAW dalam Kehidupan Muslimah Modern”. Dalam ceramahnya Sigit Wibowo menyampaikan penjelasan mendalam
tentang peristiwa agung tersebut, dengan menekankan pada aspek spiritual dan
keteladanan Nabi Muhammad SAW.
“Isra’ Mi’raj bukan sekedar perjalanan fisik
yang ajaib, tetapi merupakan sebuah momentum penguatan iman dan pensyariatan
kewajiban shalat lima waktu sebagai tiang agama. Dari sini, kita sebagai
muslimah dapat mengambil pelajaran tentang ketahanan mental, kesabaran, dan
pentingnya komunikasi vertikal dengan Allah SWT dalam menghadapi segala ujian
hidup,” papar Sigit dihadapan para jamaah.
Ia juga menyoroti relevansi nilai-nilai Isra’
Mi’raj dalam konteks kehidupan kontemporer, khususnya peran wanita dalam
mendidik generasi yang kuat akidah dan akhlaknya.
Penyampaiannya yang komunikatif dan diselingi
humor ringan berhasil menciptakan atmosfer khidmat namun tetap cair.
Ditempat yang sama. Ketua Panitia, Hj.
Faridawati menyampaikan terimakasihnya dan apresiasi yang mendalam atas
pencerahan yang diberikan Ustadz Sigit Wibowo. Diketahui Sigit Wibowo dan
Sariyanto adalah rekan kerjanya di KUA Gunung Labuhan
“Atas nama segenap jamaah Majelis Ta’lim Annisa
dan panitia, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ust.
Sigit Wibowo sebagai penceramah, dan Sariyanto. Kehadiran dan penyampaian
beliau telah memberikan pencerahan yang sangat berharga,” ujarnya.
Faridawati menilai pemaparan materi tidak hanya
bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif.
“Tema yang disampaikan sangat tepat.
Hikmah-hikmah yang beliau sampaikan, terutama tentang ketabahan dan urgensi
shalat, sungguh menyentuh hati dan dapat langsung kami praktikkan dalam peran
kami sebagai ibu, istri, dan anggota masyarakat,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan harapan untuk
berkelanjutan untuk hadir kembali di Majelis taklimnya di momen yang berbeda.
“Kami sangat terbantu dengan kedatangan beliau.
Semoga ini menjadi amal jariyah. Kami membuka pintu untuk diskusi dengan
tema-tema lain di masa mendatang, seperti keluarga sakinah atau pendidikan
anak,” pungkas Faridawati.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan ilmu dan kesejahteraan umat. Kehadiran penyuluh agama dari KUA ini menunjukkan upaya nyata dalam mendekatkan pelayanan bimbingan keagamaan pemerintah langsung ke tengah masyarakat, khususnya ditingkat basis seperti majelis taklim. (Humas)
Penulis : Yanto/Asep
Editor : Anggithya
