Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Momentum Muharram, Miftahus Surur Isi Tausiah Haflah Akhirussanah

Selasa, 16 Juni 2026 Humas Lambar
Momentum Muharram, Miftahus Surur Isi Tausiah Haflah Akhirussanah
Humas Lambar
Humas Lambar
Foto: Ragil Boy

Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat, Miftahus Surur, mengisi tausiah pada gelaran Haflah Akhirussanah di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Miftahul Ulum, Pekon Gunung Terang, Kecamatan Air Hitam, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema Menjemput Impian, Menjaga Hafalan, Mengukir Prestasi Untuk Negeri itu turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Kecamatan setempat.

Dalam tausiahnya, Miftahus Surur mengatakan Haflah Akhirussanah merupakan pintu gerbang bagi santri dan satriwati, bukan seremoni kelulusan atau perpisahan semata. Melainkan, sebagai bentuk rasa syukur.

“Bentuk rasa syukur atas kelulusan dan keberhasilan siswa/santri dalam menuntut ilmu selama di Pondok Pesantren,” ujar Miftahus Surur.

Terlebih katanya, bekal ilmu agama yang diperoleh santri melalui Pondok Pesantren menjadi modal dan bekal dewasa ini yang menjadi kebutuhan ditengah arus globalisasi.

Sebab, meski zaman terus berjalan cepat dengan segala produk modernisasi dan digitalisasi, santri adalah salahsatu benteng agar etika moral terjaga dalam kehidupan sehari-hari.

Lanjutnya, Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan informasi, santri masa kini dituntut untuk mampu menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Santri masa kini adalah generasi yang tidak hanya mahir membaca dan memahami kitab-kitab agama, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara bijak untuk menyebarkan kebaikan dan dakwah Islam,” jelasnya.

Ia juga mengajak, haflah akhirussanah yang bertepatan dengan 1 muharram tersebut menjadi momentum bagi santri untuk terus meningkatkan kompetensi dan terus berinovasi.

“Kiranya bulan muharram dapat menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui belajar yang sungguh-sungguh, memperbanyak membaca, mengasah keterampilan, serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana dakwah dan pengembangan ilmu,” harapnya.