Mesuji, MTsN 1 (Humas) -- MTsN 1 Mesuji menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Aula Madrasah, Jumat (22/5/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga 23 Mei 2026 itu bertujuan memperkuat pemahaman dan kemampuan guru dalam mengintegrasikan Kurikulum Berbasis Cinta ke dalam proses pembelajaran di madrasah.
Bimtek tersebut diikuti 47 peserta yang terdiri atas dewan guru MTsN 1 Mesuji dan MTsN 2 Mesuji. Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mesuji, Syamsul Hadi. Turut hadir dalam kegiatan itu pemateri Prof. Darmadi, Kepala MTsN 1 Mesuji Ali Yusup, Kepala MTsN 2 Mesuji Martono, serta Ketua Panitia Suroso yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum.
Kepala MTsN 1 Mesuji Ali Yusup mengatakan, bimtek tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat implementasi pendidikan yang menekankan nilai kasih sayang, penghormatan, dan pembentukan karakter peserta didik. Ia meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar materi yang diperoleh dapat diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari di madrasah. "Melalui kegiatan ini, saya berharap bapak dan ibu guru dapat memahami sekaligus mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal," kata Ali.
Sementara itu, Plt. Kasi Pendis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mesuji Syamsul Hadi menegaskan bahwa guru harus terus mengikuti perkembangan dunia pendidikan agar mampu menjawab tantangan zaman. Menurut dia, peningkatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dan berkualitas bagi peserta didik. "Guru harus senantiasa mengikuti perkembangan dan inovasi pendidikan sehingga mampu memberikan layanan pembelajaran yang lebih baik," ujar Syamsul Hadi.
Ketua panitia, Suroso, mengatakan materi dalam bimtek tersebut meliputi konsep dan filosofi Kurikulum Berbasis Cinta, integrasi KBC dalam perencanaan pembelajaran, praktik penyusunan perangkat pembelajaran berbasis KBC, hingga penyusunan program kerja ekstrakurikuler berbasis cinta yang dilengkapi asesmen pembelajaran.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi praktik penyusunan perangkat pembelajaran agar implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterapkan secara nyata di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan tersebut, para guru diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik. (AWidadty)
