Way Kanan, MTsN 2 (Humas) –
Kamis, 31 Oktober 2024, MTs
Negeri 2 Way Kanan menyelenggarakan Pendampingan Lanjutan Implementasi
Kurikulum Merdeka Berbasis Komunitas (IKM-BK). Kegiatan ini diisi oleh Tim Loka
Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Bandar Lampung untuk mengoptimalkan
implementasi kurikulum merdeka. Pendampingan ini memfokuskan pada pembahasan
materi Kurikulum Madrasah, Modul Ajar, dan Proyek Penguatan Profil Pelajar
Rahmatan lil‘Alamin (P5RA) untuk membantu guru-guru memahami cara mengaplikasikan
konsep kurikulum baru ini dalam kegiatan belajar mengajar.
Pendampingan ini di adakan di Aula MTsN 2 Way
Kanan dan dihadiri oleh Suwanto, pengawas MTsN 2 Way kanan Serta seluruh dewan
guru dan staf tata usaha MTsN 2 Way Kanan. Kegiatan ini diisi oleh Sri Sunarti
dan Waryadi Widya Iswara Loka diklat Keagamaan Bandar Lampung, dengan sesi
pelatihan dan diskusi intensif terkait metode dan strategi penggunaan modul
ajar, yang dirancang untuk memudahkan guru menyampaikan materi secara lebih
kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan siswa di MTsN 2 Way Kanan. Melalui
pembahasan kurikulum madrasah yang berfokus pada integrasi nilai-nilai lokal
dan agama, guru diharapkan mampu mengembangkan materi ajar yang relevan dengan
kehidupan siswa.
Selain pembahasan modul ajar, TIM Loka Diklat
Keagamman Bandar Lampung juga memperkenalkan dan memfasilitasi penerapan Proyek
Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (P5RA) sebagai bagian dari
pengembangan karakter dan akhlak siswa. P5RA dirancang untuk membekali siswa
dengan keterampilan sosial, kecakapan hidup, dan karakter yang mencerminkan
nilai-nilai Islam yang moderat, sehingga siswa madrasah mampu menjadi agen
perubahan di masyarakat.
Kepala MTsN 2 Way Kanan, Irawan, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan
lanjutan dari Loka Diklat Keagamaan Bandar
Lampung. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam memperkuat
pemahaman guru terhadap Kurikulum Merdeka. Pendampingan ini juga menjadi
jembatan bagi madrasah kami untuk terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan
belajar yang kontekstual dan relevan bagi siswa,” ujarnya.
Pendampingan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan guru dalam mengimplementasikan kurikulum, tetapi juga melibatkan komunitas dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung Kurikulum Merdeka. Kolaborasi dengan komunitas juga menjadi salah satu fokus utama agar proses pembelajaran di MTsN 2 Way Kanan bisa mengakomodasi kebutuhan siswa dan masyarakat sekitar, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. (EHP)
