Bekri, KUA (Humas) – Mewujudkan keluarga yang kokoh tidak hanya diawali dengan kesiapan administrasi pernikahan, tetapi juga melalui pembinaan yang membekali calon pengantin dengan pengetahuan keagamaan dan kehidupan berkeluarga. Berangkat dari semangat tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bekri menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang dirangkaikan dengan sosialisasi penentuan arah kiblat melalui fenomena Istiwa A'zam (Rashdul Kiblat), Selasa (15/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KUA Kecamatan Bekri dalam memberikan layanan pembinaan yang komprehensif kepada calon pengantin, sekaligus mendukung pelaksanaan Gerakan Nasional Rashdul Kiblat 2026 yang diselenggarakan Kementerian Agama pada 15–16 Juli 2026.
Dalam sesi bimbingan, para calon pengantin mendapatkan pembekalan mengenai hak dan kewajiban suami istri, pentingnya komunikasi yang sehat dalam rumah tangga, pengelolaan konflik keluarga, serta upaya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah sebagai fondasi lahirnya keluarga yang harmonis dan berkualitas.
Dalam arahannya, penyuluh KUA Kecamatan Bekri menegaskan bahwa keberhasilan sebuah rumah tangga tidak hanya ditentukan oleh kesiapan melaksanakan akad nikah, tetapi juga oleh kesiapan mental, spiritual, dan kemampuan pasangan dalam membangun kehidupan bersama.
"Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi juga menyatukan tanggung jawab untuk membangun keluarga yang harmonis, saling menghormati, dan mampu menjadi tempat tumbuhnya generasi yang berakhlak mulia. Karena itu, calon pengantin perlu membekali diri dengan ilmu, pemahaman agama, serta komitmen untuk terus belajar dalam menjalani kehidupan berumah tangga," pesannya.
Selain pembinaan keluarga, peserta juga memperoleh sosialisasi mengenai penentuan arah kiblat melalui fenomena Istiwa A'zam (Rashdul Kiblat). Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa ketika matahari berada tepat di atas Ka'bah, bayangan benda dapat dimanfaatkan sebagai acuan ilmiah untuk memverifikasi arah kiblat secara akurat. Momentum ini menjadi kesempatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memastikan arah kiblat di rumah maupun tempat ibadah sesuai tuntunan syariat.
Peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga maupun tata cara pelaksanaan ibadah.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Bekri berharap calon pengantin tidak hanya siap memasuki kehidupan berkeluarga, tetapi juga memiliki pemahaman keagamaan yang lebih utuh sebagai bekal membangun rumah tangga yang harmonis. Sinergi antara pembinaan keluarga dan edukasi keagamaan diharapkan mampu melahirkan keluarga-keluarga yang tangguh, sadar pentingnya kualitas ibadah, serta menjadi teladan dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang rukun, religius, dan sejahtera.
Humas Lampung Tengah