Lampung, Kemenag (Humas) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, dalam hal ini diwakili Kepala Bidang PAPKI, H. Karwito., M.M, menghadiri acara pengukuhan PPG guru PAI di sekolah beach 2 kategori 2 yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Walisongo Semarang di Hotel New Puri Garden, Kota Semarang Jawa Tengah, Senin (11 Maret 2024).
Acara dibuka langsung oleh rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Nizar, M.Ag.
dari 60 guru, dari Lampung ada 46 orang Guru PAI dari Kabupaten Tanggamus, dan 6 orang guru PAI dari Kabupaten Lampung Timur.
Salah satu guru PAI Kabupaten Tanggamus, dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dari program PAI atas Nama Nurhidayat, S.Pd. Gr., asal SMP 4 Cukuh Balak kabupaten Tanggamus, bersama Inggar Perdynata Kusvianti, S.H.I dari kelas K2-FIQIH 2B, yang bertugas di MAN Insan Cendekia, Kabupaten Paser, meraih prestasi terbaik dalam Bidang Studi Fiqih serta Arif Nadliroh, S.Pd., dari kelas K2-GK MI 2B, yang bertugas di MIN 2 Kabupaten Pati, meraih prestasi serupa dalam Bidang Studi Guru Kelas MI.
Wakil Dekan 1 FITK, Prof. Dr. Mahfud Junaedi, M. Ag. mengungkapkan bahwa para lulusan kategori 2 yang dikukuhkan menunjukkan prestasi yang membanggakan. Ini terbukti dari jumlah lulusan yang mencapai 93%.
“Ini prestasi yang membanggakan, jumlah lulusan mencapai 93%, bidang Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) memperlihatkan persentase kelulusan sebesar 87%, dengan 40 guru berhasil meraih gelar. Sedangkan dalam Bidang Studi Fiqih, 20 guru meraih persentase kelulusan sempurna, yaitu 100%. Bidang Studi Guru Kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI), persentase kelulusan 100%.” Ungkap Mahfud.
Dalam pesannya kepada para guru yang dikukuhkan, Dekan FITK, Dr. Ahmad Ismail, M. Ag. M. Hum., menekankan pentingnya para guru professional untuk terus memantaskan diri serta
mempunyai komitmen yang kuat terhadap peningkatan mutu pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia.
“Menjadi seorang guru professional bukanlah tujuan akhir, tetapi sebuah perjalanan yang membutuhkan kesungguhan dan pembelajaran berkelanjutan. Jangan ke GR an” Pungkas Ismail. (Fadilah)
