Lampung Utara, Kemenag (Humas) – Olimpiade Madrasah Indonesia
(OMI) tingkat Kabupaten Lampung Utara resmi dibuka pada Selasa (9/9/2025). Kegiatan
ini dipusatkan di MTsN 2 Lampung Utara dan diikuti oleh ratusan siswa madrasah
dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK.
Acara pembukaan berlangsung pukul
07.00 WIB dengan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Lampung Utara
yang diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha,
Nang Sukarman. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa OMI bukan
hanya sebatas kegiatan perlombaan untuk mencari juara, melainkan memiliki makna
yang jauh lebih mendalam.
“Kami berharap kegiatan ini tidak
hanya menjadi ajang kompetisi akademik, tetapi juga menjadi sarana pengembangan
potensi, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat berprestasi di
kalangan siswa madrasah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan
bahwa kegiatan ini juga dapat menjadi pijakan penting bagi guru dan siswa untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.
Kegiatan ini juga dihadiri Kasi
Pendidikan Madrasah, Kepala Madrasah se-Kabupaten Lampung Utara, pengawas, guru
pendamping, serta ratusan peserta didik dari berbagai jenjang. Menurut laporan
Kasi Pendidikan Madrasah, Herry Setiawan, jumlah peserta OMI tahun ini cukup
tinggi dan tersebar dari berbagai satuan pendidikan. Rinciannya, pada 9
September tingkat SMA/MA/SMK diikuti 187 peserta, pada 10 September tingkat
SMP/MTs diikuti 164 peserta, dan pada 11 September tingkat SD/MI diikuti 108
peserta.
"Alhamdulillah, pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia tingkat Kabupaten Lampung Utara tahun 2025 mendapat sambutan luar biasa dari madrasah. Total peserta mencapai 459 siswa mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan OMI tingkat kabupaten ini akan memilih satu peserta terbaik dari setiap mata pelajaran yang dilombakan untuk mewakili Lampung Utara pada ajang OMI tingkat Provinsi Lampung.
Kegiatan Olimpiade Madrasah
Indonesia (OMI) Kabupaten Lampung Utara Tahun 2025 ini tidak hanya menjadi
ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi antar
madrasah serta menumbuhkan semangat belajar dan berkompetisi secara sehat bagi
seluruh peserta. (Sal/Ad/Mela basyar)
