Search

PAI Gula: Tekankan Komunikasi dalam Pernikahan

pai-gula-tekankan-komunikasi-dalam-pernikahan
Fotografer: Humas Kanwil

Way Kanan, Gunung Labuhan (Humas) - - Pernikahan yang harmonis dan langgeng memerlukan lebih dari sekadar cinta. Hal ini ditekankan oleh Sigit Wibowo, seorang Penyuluh Agama Islam dalam sebuah kursus calon pengantin yang diadakan di KUA Gunung Labuhan setempat. Rabu, (6/8/25).

Menurut Sigit, komunikasi yang saling terbuka dan jujur adalah kunci utama dalam membangun bahtera rumah tangga yang kokoh. Tak hanya itu, dirinya juga menyampaikan bahwa sering kali permasalahan dalam pernikahan timbul karena kurangnya komunikasi.

"Banyak pasangan yang merasa sungkan atau takut untuk menyampaikan apa yang dirasakan atau dibutuhkan. Padahal, semua hal, baik yang menyenangkan maupun yang mengganjal, harus disampaikan," ujarnya seraya menambahkan, sikap saling berdiam diri hanya akan memperbesar masalah dan menimbulkan kesalahpahaman.

Komunikasi dalam pernikahan tidak hanya seputar masalah, sambung Sigit. Pasangan juga perlu saling berbagi momen bahagia, pencapaian, dan rasa syukur. Hal ini dapat mempererat ikatan emosional dan membuat pasangan merasa dihargai.

Di sisi lain, Sigit juga menekankan pentingnya menyampaikan kesulitan atau perbedaan pendapat dengan cara yang baik.

"Penting untuk belajar bagaimana cara menyampaikan keluhan tanpa menyakiti pasangan. Gunakan kata-kata yang lembut dan pilih waktu yang tepat," sarannya.

Ia juga mendorong calon pengantin untuk berlatih menjadi pendengar yang baik, karena komunikasi adalah proses dua arah.

"Pengingat penting bahwa pernikahan adalah sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan kerja sama, pengertian, dan yang terpenting, komunikasi yang terus-menerus. Dengan saling menyampaikan, pasangan dapat tumbuh bersama dan menghadapi tantangan hidup dengan lebih kuat," pungkasnya. (Oksi)


Editor : Fadilah


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil