Pringsewu, Untuk membekali generasi muda dengan seni bela diri dan juga menanamkan nilai-nilai moral, spiritual, serta kedisiplinan kuat, MAN 1 Pringsewu membentuk Pengembangan Diri (PD) Tapak Suci. Dalam PD ini para anggota dilatih fisik dan mental secara terstruktur untuk menjadi pesilat tangguh.
Pembina Tapak Suci MAN 1 Pringsewu Agung mengungkapkan bahwa Tapak Suci bukan sekadar gerakan fisik. Para pesilat diajarkan untuk menjaga keseimbangan antara kekuatan fisik, kecerdasan emosional, dan spiritualitas.
"Bela diri ini mengajarkan kita lebih dari sekadar bertarung. Tapak Suci mendidik kita menjadi pribadi yang sabar, tangguh, dan selalu bersyukur," ungkapnya saat diwawancarai Laskar Tinta Emas, Sabtu (10/9/2024).
Dengan latihan yang rutin, anggota Tapak Suci tidak hanya memperoleh manfaat fisik berupa ketahanan tubuh dan keterampilan bela diri, tetapi juga peningkatan disiplin, pengendalian diri, dan rasa tanggung jawab.
Pengembangan karakter ini menjadi fokus utama, sehingga setiap pesilat diharapkan mampu menghadapi tantangan hidup dengan sikap yang bijak dan penuh kepercayaan diri.
Selain itu, Tapak Suci juga mendorong anggotanya untuk berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Pesilat diharapkan menjadi individu yang peka terhadap lingkungan sosial dan berkontribusi dalam menciptakan kedamaian.
Dengan menggabungkan aspek bela diri, keagamaan, dan kepedulian sosial, Tapak Suci berhasil menjadi sarana pengembangan diri yang holistik bagi generasi muda.
“Melalui nilai-nilai ini, Tapak Suci terus melahirkan pesilat-pesilat yang berkarakter kuat, berintegritas, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” pungkasnya. (Zahra Laila istiana dan Nesti Faradila)
