Bandar Lampung, MAN 1 Pringsewu melakukan kunjungan studi tiru ke SMK SMTI Bandar Lampung, satu-satunya satuan kerja yang telah berhasil lolos Zona Integritas (ZI) dan memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian PANRB. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala MAN 1 Pringsewu, Fathul Bari, bersama sejumlah guru lainnya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan MAN 1 Pringsewu melakukan pengamatan mendalam terhadap berbagai program dan strategi yang telah diterapkan oleh SMK SMTI Bandar Lampung, yang merupakan salah satu sekolah vokasi terbaik di bawah naungan Kementerian Perindustrian RI. Pengalaman dan ilmu yang diperoleh dari kunjungan ini diharapkan dapat ditiru dan dimodifikasi oleh MAN 1 Pringsewu untuk membangun Zona Integritas di lingkungan madrasah.
Kepala MAN 1 Pringsewu, Fathul Bari, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan yang diberikan oleh SMK SMTI Bandar Lampung. "Kami sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Pengalaman yang kami peroleh dari SMK SMTI Bandar Lampung akan menjadi modal berharga bagi kami untuk membangun zona integritas di MAN 1 Pringsewu. Kami berharap dapat segera mengimplementasikan berbagai strategi yang telah kami pelajari di sini," ujarnya, Kamis (29/8/2024)
Zona Integritas (ZI) merupakan upaya menciptakan madrasah yang berkualitas, berintegritas, bersih dari korupsi dan birokrasi, serta melayani. Hal ini sejalan dengan pesan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Puji Raharjo, yang menekankan bahwa ZI madrasah adalah langkah krusial dalam membangun madrasah yang bebas dari korupsi, dengan birokrasi yang bersih dan mampu melayani dengan baik. Ia menambahkan bahwa ZI merupakan program nasional yang bertujuan membangun budaya kerja yang berintegritas, transparan, dan akuntabel di lingkungan madrasah.
"Madrasah sebagai lembaga pendidikan agama harus menjadi contoh dalam penerapan nilai-nilai integritas. Pembinaan ZI Madrasah adalah langkah penting untuk mencapai tujuan tersebut," kata Fathul.
Dalam pembangunan ZI Madrasah, diperlukan strategi dan langkah-langkah konkret, termasuk manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Fathul menyampaikan keyakinannya bahwa dengan komitmen dan kerja sama yang solid dari seluruh pihak, Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di MAN 1 Pringsewu dapat terwujud dengan sukses. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar elemen untuk menciptakan lingkungan kerja yang berintegritas, transparan, dan akuntabel.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi MAN 1 Pringsewu untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih dari korupsi serta mampu membangun integritas yang kuat dalam proses pendidikan.
