Way Kanan, MtS N 1 (Humas) -- Dunia anak tidak bisa jauh
dari yang namanya permainan dan bermain. Bermain permainan merupakan salah satu
jenis aktivitas fisik yang dapat membantu tumbuh kembang anak sebagai pribadi
maupun makhluk sosial. Namun tidak dapat dipungkiri, dalam era globalisasi saat
ini anak-anak cenderung lebih senang bermain game online menggunakan gawainya
dibandingkan bermain permainan tradisional. Padahal, Permainan tradisional
merupakan salah satu dari sekian banyak warisan budaya bangsa yang mulai hilang
dan lambat laun semakin tidak terdeteksi keberadaannya akibat dari globalisasi
yang memunculkan permainan baru yang lebih canggih dan membuat permainan
tradisional ini mulai terkikis zaman dan hilang dari permukaan.
Oleh karena itu, dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka saat
ini, MTs Negeri 1 Way Kanan mengadakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila (P5) yang bertemakan “Kearifan Lokal” yang dimana para siswa dari
masing-masing kelas dibuat menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok
diberikan salah satu jenis permainan tradisional yang berbeda-beda.
Pada hari saptu (25-05/24) Mts Negeri 1 Way Kanan telah menggelar
expo dengan tema kearifan lokal sebagai puncak kegiatan implementasi P5 P2RA
(Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil
Alamin).
Pembukaan kegiatan expo dibuka langsung oleh Waka Kurikulum
Susi Herawati yang diikuti oleh seluruh dewan guru dan juga peserta didik.
“permainan traditional ini bertujuan untuk melestarikan
budaya kita, karena Seperti yang kita ketahui dizaman sekarang anak-anak sudah
jarang yang bermain permaianan traditional karena di era yang modern sekarang
anak-anak sudah menggunakan gadged sebagai alat bermaian mereka. “ujar Susi Herawati
“tak hanya itu bermain permainan traditional juga dapat melatih kreativitas anak dan kemampuan motoriknya pun terlatih. Anak-anak akan berkomunikasi satu sama lain dan akan membantu kemampuan komunikasi.” Jelas nya. (Wulan)
Editor : Fadilah
