Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat H. Miftahus Surur, S.Ag.,M.Si membuka langsung Pelatihan Penyuluh Agama Islam Aktif dalam Konten Digital Inklusif Transformatif pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat. Tampak hadir Narasumber Konten Kreator Siroy Kurniawan, M.Sos, Budi Ariyanto, M.Sos, dan seluruh Penyuluh se Kabupaten Lampung Barat. Bertempat di Aula Kankemenag Kabupaten Lampung Barat. Kamis, 15 Mei 2025.
Mengawali pembukaannya, Plt. Kepala Kankemenag Lambar Miftahus Surur menyampaikan bahwa materi yang diberikan dapat diaplikasikan secara efektif dalam tugas sehari-hari.
Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan teknologi untuk meningkatkan kualitas penyuluhan agama dalam menyampaikan informasi. Selain itu, M. Surur mengingatkan para peserta bahwa kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan media digital adalah kunci dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara lebih luas dan efektif.
Acara ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para penyuluh agama Islam di Kabupaten Lampung Barat, sehingga mereka dapat berperan lebih aktif dalam mendukung pembangunan masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, para penyuluh diharapkan mampu menghadirkan solusi yang tepat dalam menjawab tantangan zaman.
"Setiap materi yang diberikan harus benar-benar dipahami dan dapat diimplementasikan dengan baik dalam kegiatan penyuluhan. Para peserta diharapkan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar dapat menyampaikan pesan-pesan agama dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat luas. Selain itu, penting bagi kawan-kawan penyuluh untuk memahami konteks sosial dan budaya yang ada di sekitar mereka, sehingga pesan yang disampaikan dapat lebih relevan dan berdampak positif," jelasnya.
Terakhir, M. Surur menekankan pentingnya kolaborasi antara penyuluh dan komunitas lokal untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan spiritual dan sosial. Dengan demikian, diharapkan para penyuluh dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sesi pelatihan tersebut, para narasumber berbagi pengetahuan dan strategi tentang bagaimana membuat konten digital yang menarik dan relevan. Mereka juga membahas cara-cara untuk meningkatkan interaksi dengan audiens melalui berbagai platform media sosial. Para penyuluh diajak untuk lebih kreatif dan inovatif dalam pendekatan mereka, serta untuk selalu peka terhadap dinamika sosial yang berkembang di masyarakat. (Boy/K.TU/Mela Basyar
