Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat H. Miftahus Surur, S.Ag.,M.Si didampingi Plt. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hj. Linda Susilawati, S.Ag.,M.Ag melakukan Pembinaan bagi Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) Jemaah Calon Haji Kabupaten Lampung Barat Tahun 1446 H/2025 M bertema 'Haji Ramah Lansia dan Disabilitas Demi Terwujudnya Haji yang Mabrur dan Mabruroh'. Bertempat di Kankemenag Kabupaten Lampung Barat. Senin, 28 April 2025.
Setelah mengikuti rapat melalui zoom bersama Kepala Bidang PHU Kanwil.Kemenag Provinsi Lampung H. Ansori, MM, para Karom dan Karu menindaklanjuti dengan rapat pemantapan untuk menguatkan persiapan sebagai petugas Haji.
Pada kesempatan itu, Plt. Kepala Kankemenag Lampung Barat M. Surur mengingatkan para ketua rombongan dan ketua regu untuk selalu memperhatikan kebutuhan khusus para jemaah lansia dan penyandang disabilitas, memastikan bahwa mereka mendapatkan dukungan dan fasilitas yang diperlukan selama menjalankan ibadah haji.
"Yang penting juga ialah kerjasama dan koordinasi yang baik antara semua pihak yang terlibat, termasuk petugas kesehatan dan pembimbing ibadah, agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar dan aman. Dengan adanya pembinaan ini, harapannya Karu dan Karom dapat melaksanakan ibadah haji dengan khusyuk dan memperoleh predikat haji yang mabrur," ungkapnya.
Selain itu, M. Surur juga menekankan pentingnya komunikasi yang efektif antara Karom dan Karu dengan para jemaah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap informasi terkait perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji dapat disampaikan dengan jelas dan tepat waktu. Ia juga mengingatkan agar para Karom dan Karu selalu siap memberikan bantuan dan bimbingan kepada jemaah yang mungkin menghadapi kesulitan selama perjalanan.
Sementara itu, Linda Susilawati juga memberikan berbagai gambaran dan berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mungkin dihadapi selama pelaksanaan ibadah haji. Hal tersebut bertujuan untuk menemukan solusi terbaik yang dapat diterapkan guna memastikan kenyamanan dan keselamatan seluruh jemaah.
"Pembinaan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji. Dengan adanya pembinaan dan persiapan yang matang, para JCH dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan mendapatkan pengalaman spiritual yang mendalam," papar Linda. (Boy/K.TU/Mela Basyar)
