Lampung, Kemenag (Humas)-- Pemilu damai dan bermartabat akan terjadi apabila seluruh komponen pemilu berintegritas. Komponen tersebut adalah Penyelenggara Pemilu, peserta, pemilih dan juga pemerintah berintegritas. Indikator dari integritas ini adalah ; jujur dan dapat dipercaya, terbuka dan konsiten, patuh pada regulasi, bersikap objektif dan tidak subjektif, menjaga martabat dan harga diri, bertanggung jawab, Moderat dan toleran dalam berfikir bersikap dan bertindak. Hal ini diungkapkan Alifah pada seminal Wawasan Kebangsaan yang mengusung tema merajut Kebersamaan Bhineka Tunggal Ika Guna Menciptakan Situasi Aman, Damai dan Kondusif pada Pemilu Serentak 2024, Emersia Hotel 6/3.
”Masyarakat dalam hal ini umat beragama yang merupakan komponen penting dalam suksesnya perhelatan pemilu harus diberikan insight yang positif terkait kehidupan beragama di negara yang multikultural seperti Indonesia.”Kata Alifah. ”Seperti kita ketahui bersama bahwa kerukunan umat beragama merupakan salah satu agenda nasional. Nilai strategis dari kerukunan umat beragama adalah sebagai kunci utama bagi terbentuknya kerukunan nasional. Realitasnya bahwa Indonesia merupakan negara yang beragama, tapi bukan negara agama, yang mana masing-masing penduduknya tentu menganut salah satu agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu),”
“Ketika kerukunan umat beragama terjalin dengan baik, secara otomatis kerukunan nasional terbentuk. Terkait dengan hal ini tentu kita masih sangat ingat tentang konsep Trilogi Kerukunan, yaitu: kerukunan intern umat, antar umat, dan antara umat beragama dengan pemerintah. Kerukunan umat beragama yang mantap menjadi syarat lancarnya proses pembangunan bangsa. Sebaliknya, tanpa kerukunan yang terjalin dengan baik, maka berbagai program pembangunan bangsa akan menemui jalan buntu dan terganggu. Jika dikaitkan dengan pemilu, tentunya Kerukunan umat beragama menjadi faktor penting suksesnya perhelatan pemilu, Pada tataran inilah kerukunan umat beragama harus diupayakan bersama oleh segenap elemen bangsa,’
Seminar diikuti stakeholder atau mitra Ditintelkam Polda yang terdiri berbagai unsur dari baik itu tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa dan lain-lain dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan peserta tentang wawasan kebangsaan dan dapat berperan aktif dalam menjaga ketertiban, kedamaian di masyaratak khususnya menjelang pemilu serentak 2024. (Humas)
