Search

Pendidik MAN 1 Pringsewu Harus Jadi Pionir Perangi Judol, Narkoba, dan Bullying

pendidik-man-1-pringsewu-harus-jadi-pionir-perangi-judol-narkoba-dan-bullying
Fotografer: Humas Kanwil

Pringsewu, Kepala MAN 1 Pringsewu, Fathul Bari, menegaskan pentingnya peran pendidik dalam memerangi berbagai masalah sosial seperti judi online, narkotika, dan bullying. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) akhir semester ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025 yang berlangsung di madrasah, Senin (16/12/2024).

Dalam pesannya, Fathul Bari menyampaikan bahwa pendidik memiliki tanggung jawab besar tidak hanya dalam memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun karakter siswa yang baik. 

“Guru harus menjadi pionir dalam memerangi judi online, penyalahgunaan narkotika, dan tindakan bullying yang saat ini semakin mengancam generasi muda. Ini tugas moral kita sebagai pendidik,” ujarnya.

Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan generasi yang bebas dari pengaruh negatif tersebut. 

“Kita harus mengedukasi siswa tentang bahaya yang ditimbulkan oleh judi online dan narkotika, serta mendorong budaya saling menghargai untuk mencegah bullying di lingkungan sekolah maupun luar sekolah,” tambahnya.

Selain itu, Kepala MAN 1 Pringsewu juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak untuk membentengi siswa dari dampak negatif dunia digital. “Mari kita jadikan madrasah ini sebagai pusat pembinaan akhlak dan tempat yang aman bagi siswa untuk berkembang menjadi individu yang bertanggung jawab dan bermartabat,” tegasnya.

Perkembangan teknologi digital menurutnya memberikan banyak kemudahan, tetapi juga membawa tantangan yang harus diwaspadai, terutama oleh generasi muda. Judi online, penyebaran hoaks, cyberbullying, hingga penyalahgunaan data pribadi menjadi ancaman nyata di era digital saat ini.

Aktivitas digital yang tidak terkontrol dapat berdampak buruk pada mental, akademik, hingga moral generasi muda. Oleh karena itu, penting bagi pelajar untuk memiliki literasi digital yang baik dan memanfaatkan teknologi secara bijak.

“Gunakan teknologi untuk hal-hal positif yang mendukung pendidikan dan pengembangan diri, bukan untuk hal-hal yang merusak,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan agar para pendidik tidak mudah tergoda dengan konten-konten negatif, seperti judi online. “Jangan sampai aktivitas digital yang tidak terkendali menghancurkan masa depan. Literasi digital adalah tameng kita,” tambahnya.

Peran guru dan orang tua juga sangat penting untuk memberikan pengawasan dan edukasi. Membiasakan diskusi terbuka tentang risiko dunia digital serta menanamkan nilai-nilai moral adalah langkah awal untuk melindungi generasi muda dari bahaya yang mengintai.

Dengan kewaspadaan dan pemanfaatan teknologi secara tepat, aktivitas digital dapat menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi individu yang produktif, kreatif, dan berkarakter. 


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil