Search

Penguatan IPARI Lampung Tengah, Penyuluh Agama Dituntut Adaptif Dan Humanis

penguatan-ipari-lampung-tengah-penyuluh-agama-dituntut-adaptif-dan-humanis
Fotografer: Zainal

Lampung Tengah, Kemenag (Humas)- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah terus memperkuat kapasitas penyuluh agama sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Lampung Tengah yang digelar di Aula Bensam Beach, Pesawaran (7/5/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat pemahaman tugas, fungsi, serta peran penyuluh agama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, moderat, dan religius.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembinaan yang menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam H. Ahmat Tajudin, S.Ag., M.Pd.I, Penyelenggara Katolik Tumbur Tumanggor, S.S., Penyelenggara Zakat dan Wakaf H. Ahmad Taqiyuddin Absor, S.Th.I., M.Pd.I., serta Analis SDM sekaligus Pelaksana Harian Kasubbag Tata Usaha Kemenag Lampung Tengah Andi Widiatmoko, S.Pd.I.

Dalam arahannya, Kasi Bimas Islam H. Ahmat Tajudin menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat. Menurutnya, penyuluh agama tidak hanya bertugas menyampaikan ceramah keagamaan, tetapi juga hadir sebagai pendamping masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan keagamaan.

Ia menekankan pentingnya penguatan moderasi beragama, pemeliharaan kerukunan umat, serta peningkatan kualitas pelayanan keagamaan yang humanis dan solutif.

"Penyuluh agama harus hadir di tengah masyarakat, mampu memberikan pembinaan, edukasi, serta menjadi perekat kerukunan umat," ujarnya di hadapan peserta pembinaan.

Selain itu, para penyuluh juga didorong untuk terus meningkatkan kompetensi, kedisiplinan, dan profesionalisme agar mampu menjawab tantangan pelayanan keagamaan yang semakin dinamis.

Pada kesempatan yang sama, Penyelenggara Katolik Tumbur Tumanggor mengajak seluruh peserta untuk terus menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah kehidupan masyarakat Lampung Tengah yang majemuk. Ia menilai toleransi dan sikap saling menghormati menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman.

Sementara itu, Penyelenggara Zakat dan Wakaf H. Ahmad Taqiyuddin Absor memberikan pembinaan terkait pendataan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bagi pegawai Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, termasuk para penyuluh agama. Ia menekankan pentingnya pendataan yang akurat dan tertib sebagai upaya mendukung optimalisasi pengelolaan ZIS untuk kepentingan kesejahteraan umat.

Pembinaan juga diisi materi penguatan disiplin aparatur oleh Andi Widiatmoko. Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya kedisiplinan kehadiran, kepatuhan terhadap aturan kerja, serta tertib administrasi kepegawaian sebagai bentuk tanggung jawab ASN di lingkungan Kementerian Agama.

Melalui kegiatan ini, para penyuluh agama diharapkan semakin memahami peran strategisnya dalam memberikan pelayanan keagamaan, memperkuat pembinaan umat, serta menjaga harmoni kehidupan beragama di tengah masyarakat


Editor: Aziz
Copyright : Datin Kanwil