Lampung Barat, Kementerian Hubungan Masyarakat -- Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat H. Miftahus Surur, S.Ag., M.Si menghadiri Rapat Kerja Penguatan, Ta'aruf & Kabupaten (Rakerda) 1 Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lampung Barat masa bakti 2024-2029 bertema 'Sinergi Ulama dan Umara: Penguatan Islam Wasathiyah, Jaga NKRI. Bupati Lambar H. Parosil Mabsus, Wakil Bupati Madhasnurin, Sekretaris Lambar Drs. Nukman, MM, Ketua MUI Provinsi Lampung Prof. Dr. H. Mukri, M.Ag, Ketua Pengadilan Agama, Kajari, Kapolres, Dandim, Pengurus MUI Lambar dan Tokoh Agama. Terletak di Lamban Pancasila, Kabupaten Lampung Barat. Kamis, 15 Mei 2025.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting yang berperan dalam menjaga kerukunan dan membangun daerah. Akting. Kepala Kankemenag Lambar Miftahus Surur menyampaikan pentingnya kolaborasi ulama dan umara untuk memperkuat nilai-nilai Islam Wasathiyah yang merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial keagamaan yang moderat dan toleran guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia juga menyampaikan peran strategis MUI dalam memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan daerah. Ia mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai, sehingga mampu menunjang kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Pertemuan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar pimpinan daerah dan tokoh agama, sekaligus mempererat komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan kemajuan daerah. Dengan semangat kebersamaan tersebut, diharapkan Lambar dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan nilai-nilai Islam Wasathiyah.
Selain itu, Ketua MUI Provinsi Lampung, Prof. Dr. H. Mukri menggarisbawahi pentingnya pendidikan dan dakwah yang berkelanjutan untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berwawasan luas. Rakerda diharapkan mampu menghasilkan program-program yang inovatif dan efektif dalam menjawab tantangan zaman sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Lampung Barat.
"Sudah sepantasnya MUI menjadi shadiqul hukumah atau mitra pemerintah. Maka tidak mungkin MUI dan Pemerintah saling mengingkari atau mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan pemerintah. MUI harus menjadi mitra yang baik, memberi masukan yang positif, diminta atau tidak, yang penting tujuannya untuk kemaslahatan dan menjaga persaudaraan sesama warga negara. Terkait hal tersebut, kita sebut dengan Shalihul ukhuwah yang menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan hubungan yang harmonis, baik antar sesama umat Islam maupun antar umat manusia pada umumnya," tutur Prof Mukri.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani permasalahan sosial yang tengah beredar saat ini. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan berbagai program yang direncanakan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan apresiasi kepada MUI dan seluruh pihak yang telah berkomitmen menjaga kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat yang beragam. Ia menegaskan, kerja sama ulama dan umara tidak hanya penting untuk menjaga stabilitas, tetapi juga untuk mendorong kemajuan di berbagai sektor, baik pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi.
"Peran aktif MUI dalam memberikan bimbingan dan pencerahan kepada masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi yang semakin kompleks. Dengan pendekatan yang inklusif dan dialogis, diharapkan masyarakat mampu lebih memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam Moderat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu hal yang sangat penting adalah menjadikan MUI sebagai rumah bagi para ulama yang menjadi teladan bagi masyarakat," jelasnya. (Boy/K.TU/Mela Basyar)
