Way Kanan, Kemenag (Humas)---Dalam rangka meningkatkan Kapasitas
dan Profesionalitas pengurus masjid, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi
Lampung melalui Bidang Urusan Agama Islam menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek)
Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Masjid tahun 2025, selama dua hari, 21–22 Agustus 2025, di Hotel BATIQA
Bandar Lampung.
Salah satu peserta yang hadir adalah M. Ali pengurus Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Kabupaten Way Kanan, yang menyambut positif kegiatan ini sebagai upaya konkret mendorong masjid menjadi pusat peradaban umat, bukan hanya tempat ibadah semata.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Kantor
Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Erwinto, dalam sambutannya, Ia menekankan
pentingnya pemberdayaan masjid dalam menjawab tantangan zaman. “Masjid harus
menjadi pusat peradaban yang aktif dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi
umat, dan dakwah. Pengurus BKM dan takmir masjid harus mampu menjadi agen
perubahan, mulai dari penataan administrasi yang rapi, transparansi keuangan,
hingga program pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Dalam sesi materi, PLT Kakanwil juga menyampaikan beberapa
poin penting, di antaranya:
1. Pentingnya Data dan Administrasi Masjid yang Lengkap dan
Terintegrasi
Masjid diharapkan memiliki dokumen legal seperti SK
pengurus, buku kas, laporan kegiatan, dan program kerja tahunan yang tertata
rapi.
2. Masjid Sebagai Sentral Edukasi dan Solusi Umat
Ditekankan bahwa masjid bukan hanya tempat ritual, tetapi
harus menjadi pusat edukasi keluarga, ekonomi umat (seperti koperasi masjid),
serta penguatan moderasi beragama.
3. Digitalisasi dan Pelaporan Online
Kemenag mendorong masjid-masjid terdaftar aktif di aplikasi
SIMAS (Sistem Informasi Masjid) agar memudahkan koordinasi dan pembinaan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, para peserta yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung mendapatkan bekal pengetahuan praktis tentang manajemen masjid, baik dari aspek administrasi, tata kelola keuangan, maupun strategi pemberdayaan jamaah. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan pengurus masjid ini berlangsung dengan metode diskusi interaktif dan praktik langsung, sehingga diharapkan para peserta dapat segera menerapkan hasil bimtek di lingkungan masjid masing-masing.(Asep)
