Tanggamus Kemenag (Humas) -- Penyuluh
Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, yang terdiri dari
Penyuluh KUA Kecamatan Sumberejo, Gunung Alip, Gisting, dan Kotaagung,
mengikuti kegiatan workshop penggiat pencegahan dan pemberantasan
penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba (P4GN). Kegiatan ini bertujuan
untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam upaya melawan peredaran
narkoba.
Workshop tersebut dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Selain penyuluh agama, acara ini juga dihadiri oleh segenap peserta undangan yang berperan aktif dalam upaya pencegahan narkoba di daerah tersebut.
Dalam sesi workshop, peserta
mendapatkan informasi terbaru mengenai metode dan strategi pencegahan
penyalahgunaan narkoba serta cara-cara efektif dalam pemberantasan peredaran
gelap narkoba. Para pemateri memaparkan berbagai kasus dan solusi praktis yang
dapat diterapkan di masyarakat.
Peserta workshop turut berdiskusi
dan berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan
program-program P4GN di lapangan. Diskusi ini diharapkan dapat memperkuat
sinergi antara berbagai pihak dalam menangani masalah narkoba.
Kegiatan ini menjadi bagian dari
upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba
dan mengedukasi mereka tentang langkah-langkah yang dapat diambil untuk
menghindarinya. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada
masyarakat umum melalui berbagai program penyuluhan.
Acara ini juga mencerminkan
komitmen bersama dalam memberantas penyalahgunaan narkoba dan memberikan
dukungan kepada program pemerintah di bidang kesehatan dan pendidikan. Dengan
keterlibatan semua pihak, diharapkan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba
dapat berjalan lebih efektif.
Kegiatan workshop ini diharapkan
tidak hanya memperkuat kapasitas individu peserta tetapi juga memperkokoh
kerjasama antara instansi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi
permasalahan narkoba di Kabupaten Tanggamus. (Frans/Mela Basyar)
