Tanggamus Kemenag (Humas) -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Dr. H. Mahmuddin Aris Rayusman, M.Pd.I., secara resmi membuka kegiatan Pembinaan Moderasi Beragama dan Manajemen Penyelenggaraan Pondok Pesantren yang diselenggarakan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Kamis (12/12/2024). Acara ini bertujuan untuk memperkuat moderasi beragama dan meningkatkan pengelolaan pondok pesantren dalam mendukung visi Indonesia yang rukun dan damai.
Dalam sambutannya, Dr. Mahmuddin
menegaskan pentingnya peran pondok pesantren sebagai basis pendidikan agama dan
kebangsaan. "Moderasi beragama adalah fondasi untuk menjaga keharmonisan
masyarakat di tengah keberagaman," ujarnya. Ia juga mengapresiasi
kehadiran berbagai perwakilan dari pondok pesantren di kabupaten tersebut, yang
berjumlah hampir 70 orang.
Kasi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papki), H. Muhamad Hasan Basri, S.Ag., M.Pd., dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini mencakup dua sesi utama, yakni pembinaan nilai-nilai moderasi beragama dan manajemen penyelenggaraan pondok pesantren. "Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk saling bertukar pikiran dalam meningkatkan kualitas pesantren dan penguatan nilai-nilai universal agama," ungkapnya.
Sebagai narasumber utama, Drs. H.
Karwito Muhammad Siswadi, M.M., seorang kader penggerak moderasi beragama,
menyampaikan materi mengenai nilai-nilai universal agama yang menjadi pilar
penting dalam memperkokoh moderasi beragama. Dalam paparannya, ia menekankan
bahwa sikap toleransi, saling menghormati, dan memahami perbedaan adalah kunci
menciptakan kedamaian di Indonesia yang majemuk.
Sementara itu, H. Noventa Yudiar,
S.HI., M.Sy., Ketua Tim Pondok Pesantren dan Ma’had Aly, memberikan materi
tentang manajemen penyelenggaraan pondok pesantren. Ia menggarisbawahi
pentingnya pengelolaan yang profesional, baik dalam aspek administrasi, pendidikan,
maupun pengembangan santri. "Pesantren harus adaptif terhadap tantangan
zaman tanpa kehilangan identitasnya," kata Noventa.
Acara yang berlangsung selama sehari penuh ini diharapkan mampu memberikan inspirasi dan panduan praktis bagi pengelola pondok pesantren di Tanggamus. Dengan sinergi antara pemerintah dan pondok pesantren, diharapkan moderasi beragama dapat terus terjaga, mendukung terciptanya Indonesia yang rukun, damai, dan harmonis. (Frans/Mela Basyar)
