Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Pesantren Ramah Anak Jadi Ikhtiar Wujudkan Santri Berkarakter Dan Berdaya Saing

Senin, 20 Juli 2026 Humas Lampung Selatan Editor: Antonius Jemi
Pesantren Ramah Anak Jadi Ikhtiar Wujudkan Santri Berkarakter Dan Berdaya Saing
Humas Lampung Selatan
Humas Lampung Selatan
Foto: Fikri

Lampung Selatan, Kemenag (Humas) – Membangun lingkungan pendidikan pesantren yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang santri menjadi perhatian dalam Sarasehan Pimpinan Pondok Pesantren yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (19/7/2026).

Mengusung tema “Membangun Pesantren Ramah Anak untuk Wujudkan Generasi Santri yang Berkarakter, Aman, Sehat dan Berdaya Saing”, kegiatan yang berlangsung di Kantor PCNU Lampung Selatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan Ahmad Rifai hadir sebagai narasumber dengan menyampaikan materi tentang kebijakan nasional pesantren ramah anak. Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi bangsa melalui pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai agama, dan pembentukan karakter.

“Pesantren bukan hanya tempat untuk mengajarkan ilmu agama, tetapi juga tempat membentuk karakter dan kepribadian santri. Karena itu, lingkungan pesantren harus menjadi ruang yang aman, sehat, dan nyaman bagi anak-anak,” ujar Ahmad Rifai.

Menurutnya, pesantren ramah anak merupakan upaya bersama untuk memastikan hak-hak santri terpenuhi selama mengikuti proses pendidikan. Hal tersebut mencakup perlindungan dari kekerasan, pemenuhan kebutuhan dasar anak, serta terciptanya pola pendidikan yang mengedepankan kasih sayang dan keteladanan.

Ahmad Rifai juga mengingatkan bahwa peran pendidik di pesantren tidak hanya sebatas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi pembimbing dan teladan bagi para santri.

“Guru dan pengasuh memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi. Cara mendidik akan sangat menentukan karakter anak ke depan,” katanya.

Ia berharap para pimpinan pondok pesantren dapat terus memperkuat tata kelola lembaga pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan santri, sehingga pesantren mampu melahirkan generasi yang berakhlak, mandiri, sehat, serta memiliki daya saing.

Sarasehan ini menjadi ruang penguatan sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan pengelola pesantren dalam mewujudkan pendidikan pesantren yang semakin berkualitas.

Melalui kolaborasi tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan terus mendorong terwujudnya lembaga pendidikan keagamaan yang tidak hanya unggul dalam pembelajaran, tetapi juga memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi generasi penerus bangsa.(Puji)