Lampung, Kemenag (Humas) — Dalam upaya memperkuat peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Erwinto, menegaskan bahwa Asta Protas Kementerian Agama menjadi pedoman transformasi yang menempatkan peningkatan kerukunan dan cinta kemanusiaan sebagai prioritas utama.
Hal tersebut disampaikan Erwinto saat membuka Rapat Koordinasi FKUB se-Provinsi Lampung di Hotel Nuris, Bandar Lampung, Selasa (7/10/2025).
Dalam arahannya, Erwinto menjelaskan bahwa Asta Protas merupakan delapan prioritas transformasi layanan Kementerian Agama yang menjadi arah kebijakan dan pedoman kerja seluruh jajaran. Dari delapan prioritas tersebut, peningkatan kerukunan dan cinta kemanusiaan menempati urutan pertama.
“Kerukunan bukan hanya tanggung jawab FKUB, tetapi juga seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. Karena itu, Asta Protas menempatkan peningkatan kerukunan dan cinta kemanusiaan sebagai prioritas pertama yang harus diwujudkan dalam setiap program Kementerian Agama,” ujar Erwinto.
Lebih lanjut, Erwinto menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap keberadaan dan kinerja FKUB. Ia menyebut masih terdapat sejumlah daerah di Lampung yang belum memberikan perhatian optimal terhadap penguatan lembaga FKUB, baik dari sisi anggaran maupun fasilitas pendukung.
“Kementerian Agama saat ini tengah menggodok Keputusan Menteri Agama (KMA) terbaru yang memperkuat peran FKUB. Melalui regulasi ini diharapkan ada sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan FKUB agar kerja-kerja kerukunan tidak berjalan sendiri tanpa dukungan yang memadai,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim FKUB Kanwil Kemenag Lampung, Alifah, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (7–9 Oktober 2025). Kegiatan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas Ketua FKUB, Kasubbag Tata Usaha se-Provinsi Lampung, serta para penggiat FKUB Kanwil Kemenag Lampung.
Rapat Koordinasi ini diharapkan menjadi wadah sinergi, memperkuat koordinasi antar-FKUB di kabupaten/kota, serta menjadi ajang penyamaan persepsi dalam mewujudkan kehidupan beragama yang rukun dan harmonis di Provinsi Lampung.
Menutup arahannya, Erwinto menegaskan bahwa Asta Protas harus menjadi ruh dan panduan kerja setiap insan Kementerian Agama, termasuk dalam upaya memperkuat peran FKUB di daerah.
“Kita ingin FKUB tidak hanya menjadi simbol kerukunan, tetapi benar-benar menjadi pelaku aktif dalam membangun cinta kemanusiaan dan harmoni sosial. Inilah semangat Asta Protas yang perlu kita hidupkan bersama di seluruh lini pelayanan Kemenag,” pungkasnya. (Humas)
