Search

PTA MAN 1 Pringsewu: Gerbang Resmi Menjadi Penegak, Penuh Tantangan tapi Berkesan

pta-man-1-pringsewu-gerbang-resmi-menjadi-penegak-penuh-tantangan-tapi-berkesan
Fotografer: Humas Kanwil

Pringsewu, MAN 1 Pringsewu kembali menggelar Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) sebagai agenda tahunan untuk menyambut peserta didik kelas X yang naik tingkat dari golongan penggalang ke penegak. Kegiatan yang digelar pada Jumat (8/8/2025) ini berlangsung meriah, sarat semangat, dan penuh kesan bagi peserta.

Menurut Roihan, salah satu panitia dari Dewan Ambalan, PTA menjadi syarat wajib sebelum siswa resmi bergabung sebagai pramuka penegak. “PTA ini atau bisa disebut penerimaan tamu ambalan adalah anak-anak yang dari penggalang secara resmi pindah golongan ke penegak,” ujarnya.

Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk mental dan kedisiplinan peserta. “Tujuannya dari kegiatan ini untuk membentuk mental atau mendisiplinkan anak-anak di sini,” jelasnya.

Persiapan PTA dimulai sejak Juli, dengan panitia mencontoh pola dari kakak-kakak angkatan sebelumnya. “Kita mencontoh dari kakak-kakak sebelumnya atau waktu kita menjadi caban,” imbuh Roihan.

Nasrul Ubaydillah, panitia lainnya, mengungkapkan bahwa menjaga kelancaran acara dan komunikasi menjadi tantangan utama selama persiapan. Meski sebagian kecil melibatkan alumni atau pihak luar, ia menilai dukungan tersebut membantu kelancaran jalannya kegiatan. 

“Kami hanya sedikit melibatkan alumni atau orang-orang luar untuk bisa membantu lancarnya acara ini,” katanya.

Ubaydillah, mewakili panitia, berpesan kepada peserta agar tetap bersemangat meski menghadapi tantangan perkemahan. “Tetap semangat, jangan putus asa menghadapi perkemahan yang mungkin bagi mereka ini sangat berat. Pokoknya tetap semangat dan berjuang,” tegasnya.

Bagi peserta, PTA menjadi pengalaman baru yang tidak hanya melelahkan, tetapi juga menyenangkan. Elsa Galia Putri, siswi kelas X B, mengaku sempat terkejut saat mengetahui dirinya akan mengikuti perkemahan ini. 

“Kaget sih, Kak. Soalnya pasti bakal capek,” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap mempersiapkan diri, termasuk menyesuaikan diri dengan aturan yang ada. “Aku seminggu nyoba nggak pakai moisturizer karena nggak boleh bawa. Terus nyiap-nyiapin peralatan pramuka, capek banget juga, sama nyiapin pensi,” ceritanya.

Sesampainya di lokasi, Elsa merasakan cuaca yang cukup panas, namun suasana tetap membuatnya betah. “Panas, tapi bagus,” tuturnya. 

Ia juga memuji keramahan panitia dan pembina. “Kakak panitia baik-baik, terus ramah-ramah. Tapi agak sedikit tegas ya, sesuai lah, namanya juga pramuka.”

Sebagai masukan, Elsa berharap ukuran tenda tahun depan lebih besar dan upacara dimulai lebih pagi. “Kayaknya nggak cukup untuk sepuluh orang satu tenda. Sama upacaranya lebih pagi biar nggak terlalu panas,” pungkasnya. (Bilqis Nanda Calista)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil