Search

Puji Raharjo Beri Arahan kepada Mahasiswa PPL UIN Raden Intan: "Kesiapan dan Soft Skill Kunci di Era Pendidikan TUNA"

puji-raharjo-beri-arahan-kepada-mahasiswa-ppl-uin-raden-intan-kesiapan-dan-soft-skill-kunci-di-era-pendidikan-tuna
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Puji Raharjo mengucapkan selamat kepada Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung yang sudah sampai pada tahapan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), mudah-mudahan praktek ini memberi besar yang cukup akan pengalaman terkait dengan dunia pendidikan.

Hal ini disampaikannya pada Pembekalan Mahasiswa PPL Fakulatas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Rabu (28/8) di Gedung Pusdiklat Pasca Sarjana kampus setempat.

“Saya berpesan kepada adik-adik semua bahwa hari ini kita menjadi pendidik bergerak di dunia pendidikan itu berbeda dengan masa-masa sebelumnya dimana saat ini menunjukkan bahwa dunia telah berubah dengan cepat dan semakin penuh ketidakpastian. Banyak perubahan yang telah terjadi dan mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri untuk bisa survive, khususnya dalam dunia pendidikan.” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Puji mengungkapkan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi perubahan yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian. Fenomena ini, menurutnya, dipicu oleh revolusi industri 4.0, kemajuan teknologi informasi, dan dampak pandemi COVID-19. "Perubahan yang terjadi saat ini begitu pesat dan sulit diprediksi. Kondisi ini dikenal dengan istilah VUCA yang kini berkembang menjadi TUNA (Turbulency, Uncertainty, Novelty and Ambiguity), yang menyasar ke semua gatra kehidupan, termasuk pendidikan.," ujarnya.

“Turbulence (Turbulensi). Ini menggambarkan situasi pendidikan yang penuh dengan gangguan dan perubahan yang cepat. Ini bisa berupa perubahan teknologi, pergeseran sosial, atau kebijakan pendidikan yang tiba-tiba. Pendidikan harus fleksibel dan adaptif untuk menghadapi tantangan ini,” katanya.

“Uncertainty (Ketidakpastian). Menunjukkan bahwa masa depan pendidikan tidak dapat diprediksi dengan mudah. Kebijakan pemerintah, perkembangan teknologi, dan kebutuhan pasar kerja yang terus berubah membuat pendidikan harus siap menghadapi ketidakpastian ini dengan solusi yang inovatif,” lanjutnya.

“Novelty (Kebaruan). Merujuk pada munculnya hal-hal baru, seperti teknologi baru, metode pembelajaran baru, atau kebutuhan keterampilan baru. Pendidikan harus mampu mengintegrasikan kebaruan ini agar tetap relevan dan efektif,” tambahnya.

“Sedangkan Ambiguity (Ambiguitas). Menunjukkan bahwa dalam banyak situasi, pendidikan harus beroperasi tanpa jawaban yang jelas atau solusi yang pasti. Pendidikan di era ini harus mempersiapkan siswa untuk berpikir kritis, fleksibel, dan mampu mengambil keputusan di tengah ambiguitas,” sambungnya.



Lebih lanjut Puji menjelaskan bahwa untuk menghadapi era “TUNA” calon tenaga pendidik  perlu kesiapan dan konsentrasi yang penuh. “Kalian harus beradaptasi dengan perubahan. Cara beradaptasi dengan perubahan ini adalah tidak bisa mengandalkan teori-teori belajar di kelas sebagaimana konvensional tetapi harus menguasai Soft skill, baik Creativity (kreativitas), Critical Thinking (berfikir kritis), maupun Collaboration Skills (keterampilan berkolaborasi),” ungkapnya.

“Kreativitas memungkinkan siswa dan pendidik untuk menemukan solusi baru dan inovatif terhadap masalah atau tantangan yang dihadapi di kelas atau dalam kehidupan sehari-hari. Berpikir kritis membantu siswa menganalisis informasi secara mendalam dan membuat keputusan yang lebih terinformasi dan rasional. Melalui kolaborasi, siswa belajar cara berkomunikasi dengan jelas dan mendengarkan pandangan orang lain, yang penting untuk interaksi yang sukses baik di sekolah maupun dalam kehidupan professional,” pungkasnya.

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, calon tenaga pendidik dapat lebih siap menghadapi tantangan era TUNA, sambil memastikan bahwa mereka terus memberikan pendidikan yang bermakna dan relevan bagi siswa.

Tampak hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor III mewakili Rektor UIN Raden Intan Lampung, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Dekan Fakultas Tarbiyah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah mewakili Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung, dan tamu undangan lainnya.(Anggithya/R.Hasby/Baihaqi)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil