Search

Provinsi

Puji Raharjo : Era Digital Picu Penyebaran Paham Ekstrem, Moderasi Beragama Jadi Solusinya

puji-raharjo-era-digital-picu-penyebaran-paham-ekstrem-moderasi-beragama-jadi-solusinya
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung (Humas) -- Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu menggelar Penguatan Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Budaya dan Seni Keagamaan Hindu, Jum'at (5/4) di Hotel Sparks Lite Bandar Lampung.

Puji Raharjo, Kepala Kanwil Kemenag Lampung, menyoroti dampak era digital yang memicu penyebaran paham ekstremisme di kalangan masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial telah menjadi sarana yang digunakan oleh kelompok-kelompok ekstremis untuk menyebarkan narasi yang merusak kerukunan beragama.

"Dengan mudahnya akses informasi melalui internet dan media sosial, paham-paham ekstrem dapat tersebar dengan cepat dan masif. Hal ini menuntut kita untuk lebih waspada dan proaktif dalam memerangi radikalisme dan ekstremisme di tengah masyarakat," ungkap Puji Raharjo.

Dalam konteks ini, Puji Raharjo menekankan pentingnya pendekatan moderasi beragama sebagai solusi untuk mengatasi paham ekstremisme. Menurutnya, moderasi beragama bukan hanya tentang toleransi antar umat beragama, tetapi juga mengajak setiap individu untuk memahami ajaran agama dengan moderat, bijak dan rasional.

"Moderasi beragama bukan berarti mereduksi keimanan, namun justru memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi dalam beragama. Ini adalah kunci untuk menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah-tengah perbedaan," tegas Puji Raharjo.

"Terdapat empat pilar utama yang harus dipahami oleh masyarakat dalam penguatan moderasi beragama dan akan terus disosialisasikan," kata Puji.

Ia menyebut empat pilar tersebut yakni komitmen kepada nilai kebangsaan, menjaga toleransi, anti kekerasan, dan menjaga kearifan lokal.

Oleh karena itu, Puji Raharjo mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, pendidik, peserta didik, dan media massa, untuk berperan aktif dalam mengedukasi dan mengkampanyekan nilai-nilai moderasi. Langkah ini diharapkan dapat menjadi benteng yang kuat dalam melawan penyebaran paham ekstremisme di era digital saat ini.

Ketua Panitia, Sc Riyananda Adhi, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti 30 peserta yang merupakan siswa-siswi Hindu Lampung dari 4 Pasraman yang ada di Bandar Lampung.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan moderasi beragama pada siswa Hindu serta memberikan pemahaman terhadap budaya dan seni keagamaan Hindu sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya yang dipergunakan dalam ritual keagamaan Hindu," ujarnya.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 5 hingga 7 April 2024 di Hotel Spark Bandar Lampung.(Anggithya/Abdul Aziz)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil