Lampung (Humas) — Dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke-79, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menggelar Silaturahmi Persaudaraan Pensiunan Pegawai Kementerian Agama (PPPKA) pada Jumat (3/1). Acara yang berlangsung di Aula Saibatin tersebut dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Puji Raharjo, bersama sejumlah pejabat Kanwil, Ketua Dharma Wanita Persatuan, dan para pensiunan Kemenag.
Dalam sambutannya, Puji Raharjo menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada para pensiunan yang telah berkontribusi besar selama masa pengabdian mereka di Kemenag. Ia menegaskan bahwa peran para pensiunan tidak berhenti setelah memasuki masa purna tugas, melainkan tetap menjadi teladan dan inspirasi bagi generasi muda.
"Kami tidak akan pernah melupakan bahwa pencapaian yang kita nikmati saat ini adalah hasil kerja keras dan dedikasi Bapak-Ibu sekalian. Para pensiunan adalah teladan nyata bagi generasi penerus, baik dari segi pengabdian, keikhlasan, maupun dedikasi," ujar Puji Raharjo.
Menurut Puji, pengalaman dan kebijaksanaan para pensiunan merupakan sumber pembelajaran berharga, terutama dalam menghadapi tantangan pelayanan keagamaan di era digital. "Kami berharap nilai-nilai yang telah Bapak-Ibu tanamkan terus menjadi inspirasi bagi ASN yang saat ini masih aktif bertugas," imbuhnya.
Ketua PPPKA Provinsi Lampung, Ngatio Hariyanto, menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kemenag Lampung atas perhatian yang diberikan kepada para pensiunan. Ia menegaskan bahwa silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa yang telah diberikan oleh para pensiunan selama bertugas.
"Semangat pengabdian yang dulu kami jalani tetap kami jaga hingga saat ini. Melalui PPPKA, kami ingin terus berkontribusi bagi masyarakat dan Kemenag, meskipun dalam bentuk yang berbeda," ujar Ngatio.
Acara berlangsung dengan penuh kehangatan dan diakhiri dengan makan bersama serta pemberian cendera mata kepada para pensiunan. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kekeluargaan di lingkungan Kemenag tetap hidup, sekaligus memberikan motivasi bagi semua pihak untuk terus berkontribusi dalam memajukan pelayanan keagamaan di Indonesia.(Anggithya/Abdul Aziz/Baihaqi)
