Pringsewu, Suasana tampak beda pada Senin (22/4/2024) di Kampus MAN 1 Pringsewu. Seluruh elemen keluarga besar satu-satunya madrasah aliyah negeri di Kabupaten Pringsewu tersebut mengenakan pakaian batik nusantara dalam memperingati Hari Kartini 2024.
Berbagai model dan motif batik nusantara dikenakan di antaranya batik jawa, lampung, dan berbagai asesoris lainnya seperti kebaya, blankon, sarung, siger, dan juga keris. Keragaman nampak terlihat pada upacara pengibaran bendera untuk memperingati Hari yang menandai perjuangan emansipasi wanita oleh Kartini tersebut.
"Upaya ini adalah untuk menanamkan kecintaan para generasi penerus bangsa pada budaya bangsa yakni batik sebagai warisan budaya luhur yang sudah diakui oleh dunia," kata Kepala MAN 1 Pringsewu Fathul Bari.
Selanjutnya, Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2024 menurutnya menjadi momentum meneladani kegigihan Kartini dalam berjuang meraih cita-cita dalam memperjuangkan emansipasi wanita.
Penetapan Hari Kartini sendiri dilakukan saat pemerintahan Presiden pertama Indonesia, Soekarno melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964.
Dalam Keppres tersebut menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, yakni 21 April untuk diperingati sebagai hari besar setiap tahun.
Sementara pembina upacara Hari Kartini Sri Lasmiati menekankan pentingnya pendidikan disiplin bagi para generasi muda. Hal ini juga yang telah dicontohkan oleh RA Kartini dengan keteguhan dan kedisiplinannya mampu melakukan perubahan besar.
Dilansir dari laman Kemendikbudristek, RA Kartini melakukan perjuangan dengan menelurkan karya-karya dan surat-surat yang dikirimkan Kartini kepada sahabatnya, Stella Zeehandelaar di Belanda, kemudian dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.
Buku yang terbit pada 1911 ini berisikan pemikiran dan gagasan-gagasan Kartini tentang kehidupan wanita. Di antaranya adalah topik pendidikan, perkawinan, kebebasan bicara, dan kesetaraan gender.
Buku ini dibahas oleh banyak pihak karena isinya yang menarik. Contohnya adalah buku The Letters of R.A. Kartini: A Pioneer in the Emancipation of Indonesian Women karya Agnes Louise Symmers, buku Kartini tulisan Harsja W. Bachtiar, dan buku Kartini: The Complete Works oleh Joost Cote.
Habis gelap terbitlah terang. Untuk semua wanita-wanita hebat di luar sana, semangat untuk terus berjuang. Selamat Hari Kartini 2024!. (Muhammad Faizin)
ragam-batik-nusantara-warnai-peringatan-hari-kartini-2024-man-1-pringsewu
Fotografer:
Humas Kanwil
Editor:
Humas Kanwil
Copyright :
Datin Kanwil
