Search

Sambut Hari Besar Beragama, Miftahus Surur Serukan Toleransi Dan Bijak Bermedsos

sambut-hari-besar-beragama-miftahus-surur-serukan-toleransi-dan-bijak-bermedsos
Fotografer: Ragil Boy

Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat, H. Miftahus Surur, memberikan arahan penting saat bertindak sebagai pembina apel pagi di lingkungan Kantor Kemenag setempat pada Senin, 04 Mei 2026.

Di hadapan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Ia menekankan pentingnya menjaga kondusivitas dan pemahaman yang tepat terhadap isu-isu keagamaan yang tengah berkembang di masyarakat.

Dalam amanatnya, Miftahus Surur menyampaikan pesan khusus dari Menteri Agama yang ditujukan kepada umat Katolik di Indonesia. Ia mengajak seluruh warga Katolik untuk senantiasa mendoakan keselamatan dan persatuan bangsa Indonesia. Hal ini ditekankan sebagai bentuk penguatan moderasi beragama dan solidaritas antarumat beriman dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain pesan persatuan, fokus utama dalam apel tersebut adalah klarifikasi mengenai isu tata kelola hewan qurban yang sempat viral di media sosial. M. Surur menegaskan bahwa gagasan yang disampaikan oleh Menag RI bukanlah sebuah larangan untuk berqurban, melainkan sebuah upaya untuk memperbaiki sistem distribusi agar manfaatnya lebih dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Lebih lanjut, M. Surur menjelaskan bahwa poin yang menjadi sorotan utama adalah gagasan tata kelola pendistribusian daging qurban melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Tujuannya agar penyaluran daging qurban lebih tepat sasaran dan terorganisir dengan baik.

"Gagasan ini murni untuk optimalisasi manfaat, bukan melarang ibadah qurban itu sendiri sebagaimana yang disalahpahami oleh sebagian orang," ungkapnya.

Menanggapi berita-berita yang beredar, Ia menyayangkan adanya disinformasi yang sangat berbeda dengan maksud asli kebijakan tersebut. Oleh karena itu, Ia menginstruksikan kepada seluruh ASN Kankemenag Lambar agar lebih pandai dalam memilah isu dan selalu melakukan verifikasi.

"Setiap informasi harus ditelusuri kebenarannya melalui sumber-sumber resmi supaya dipahami terlebih dahulu sebelum disebarluaskan," terangnya.

Menutup arahannya, M. Surur juga memberikan peringatan khusus mengenai kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Ia meminta jajarannya untuk berhati-hati terhadap konten berbasis AI yang berpotensi memicu hoaks. ASN diharapkan mampu memahami setiap berita secara mendalam dan tidak mudah terprovokasi oleh konten digital yang belum jelas validitasnya. (Boy)


Editor: Anggithya
Copyright : Datin Kanwil