Tanggamus Kemenag (Humas) -- Penyuluh
Agama Islam KUA Kecamatan Sumberejo, Hj. Ratnawiyah, S.Ag., M.A., mewakili
Kepala Kantor Kementerian Agama, turut menghadiri kegiatan sarasehan pluralisme
budaya Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Tanggamus yang berlangsung di Hotel 21
Gistig. Acara ini mempertemukan berbagai elemen masyarakat, khususnya
perwakilan dari delapan suku yang ada di Tanggamus, untuk menyuarakan komitmen
kebangsaan melalui ikrar bersama.
Sarasehan ini dibuka oleh Pj. Bupati Tanggamus yang diwakili oleh Kepala Kesbangpol, Beni Irawan, S.E., M.M., dalam sambutannya, Beni menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan keberagaman sebagai modal sosial yang kuat bagi pembangunan daerah. Ia juga mengapresiasi komitmen Forum Pembauran Kebangsaan yang terus merawat semangat kebhinekaan di Kabupaten Tanggamus.
Salah satu momen penting dalam
acara ini adalah pembacaan doa yang dipimpin oleh Ismail, M.Pd.I., Kepala KUA Gisting. Doa ini menjadi simbol harmoni dan kebersamaan dalam
keberagaman, mengiringi harapan untuk terus menjaga keutuhan masyarakat yang
majemuk di Tanggamus.
Dalam forum tersebut,
masing-masing perwakilan suku diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan
mereka tentang pluralisme dan pembauran kebangsaan. Dialog antar budaya ini
menjadi ruang refleksi yang mendalam, memperkuat komitmen kebangsaan, dan merangkul
perbedaan sebagai kekayaan, bukan penghalang.
Hj. Ratnawiyah, S.Ag., M.A.,
dalam keterangannya, menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya acara
ini. "Melalui sarasehan seperti ini, kita dapat meneguhkan nilai-nilai
moderasi beragama dan semangat kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan
bermasyarakat di tengah keberagaman budaya yang ada," ujarnya.
Acara yang berlangsung penuh
kehangatan ini ditutup dengan penandatanganan ikrar kebangsaan oleh delapan
suku, yang diharapkan menjadi simbol komitmen kolektif untuk memajukan
Kabupaten Tanggamus sebagai daerah yang harmonis, inklusif, dan berdaya saing.
(Frans/Mela Basyar)
