Tanggamus, MTsN 1 (Humas) – Dalam
rangka memperingati Hari Santri 2024, MTsN 1 Tanggamus menggelar acara do’a
bersama dan tumpengan yang dihadiri oleh seluruh guru dan staf. Acara ini
bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi antar sesama dan meneguhkan
komitmen santri dalam melanjutkan perjuangan para ulama dan kiai.
Kepala MTsN 1 Tanggamus, H.
Ramdani, membuka acara dengan menyampaikan pentingnya momen ini. “Hari Santri
adalah momentum bagi kita untuk merenungkan kembali peran santri dalam sejarah
bangsa ini. Melalui do’a bersama ini, kita berharap agar santri di MTsN 1
Tanggamus semakin termotivasi untuk mengembangkan diri dan berkontribusi
positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Acara dimulai dengan pembacaan do’a
yang dipimpin oleh Ustadz Sukmaidi, Kaur TU MTsN 1 Tanggamus. Do’a yang
dipanjatkan dengan khidmat ini memohon berkah dan petunjuk agar seluruh
kegiatan pendidikan di madrasah dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
Setelah do’a bersama, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol
syukur dan harapan untuk keberkahan dalam pendidikan di madrasah.
H. Ramdani menambahkan, “Tumpengan
ini adalah simbol rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
nikmat dan kesempatan yang diberikan dalam menjalankan amanah pendidikan.”
Seluruh guru dan staf kemudian berkumpul untuk menikmati tumpengan bersama,
berbagi cerita dan pengalaman dalam mendidik generasi muda. Suasana penuh
keakraban dan kebersamaan terlihat jelas di antara mereka, menciptakan atmosfer
yang hangat dan penuh semangat.
Kegiatan do’a bersama dan tumpengan
ini menjadi salah satu cara bagi MTsN 1 Tanggamus untuk menegaskan pentingnya
nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati, dan menghargai sesama. Diharapkan,
semangat yang terpancar dari acara ini dapat menginspirasi para santri untuk
terus belajar dan berjuang dalam menuntut ilmu, serta menjaga tradisi dan
nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu.
Dengan penuh rasa syukur, kegiatan
ini diakhiri dengan harapan agar para santri senantiasa diberi kemudahan dan
keberkahan dalam menjalani proses belajar mengajar, serta mampu meneruskan
perjuangan para kiai dalam membangun bangsa. (In/ Mela Basyar)
