Bandar Lampung, Kemenag (Humas) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
Provinsi Lampung melaksanakan monitoring dan silaturahmi bersama FKUB Kota
Bandar Lampung pada Kamis (2/10/2025) di Aula Inspektorat Pemkot Bandar
Lampung. Kegiatan ini bertujuan memperkuat toleransi antarumat beragama
sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan
tokoh lintas iman.
Hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Bandar Lampung yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Wilson Faisol, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bandar Lampung Paryanto, Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung H. Makmur, Ketua FKUB Kota Bandar Lampung H. Purna Irawan, serta tokoh agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, dan penghayat kepercayaan.
Dalam sambutannya, Walikota Bandar Lampung melalui Asisten I, Wilson
Faisol, menegaskan bahwa kerukunan umat beragama di kota ini terus terjaga
dengan baik. Pemerintah Kota mendukung suasana harmonis tersebut melalui
program “Bandar Lampung Harmoni” serta mekanisme mediasi cepat dalam merespons
potensi konflik. Ia menyoroti keberadaan Masjid Taqwa dan gereja di kawasan
Pasar Tanjung Karang sebagai simbol toleransi, bahkan diusulkan sebagai “parkir
kerukunan” untuk memperkuat citra Bandar Lampung sebagai kota harmonis.
Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung, H. Makmur, dalam laporannya
menyampaikan bahwa 95 persen rumah ibadah aktif mendukung penguatan moderasi
beragama. Ia menambahkan, FKUB Kota telah berhasil menyelesaikan tiga sengketa
lahan rumah ibadah melalui mediasi damai, menggelar dialog lintas agama di 20
kecamatan, serta melaksanakan sosialisasi moderasi beragama di sekolah-sekolah.
Program Kampung Kerukunan di Kecamatan Panjang pada 30 September 2025 disebut
sebagai bukti nyata solidaritas lintas agama.
Ketua FKUB Kota Bandar Lampung, H. Purna Irawan, turut memaparkan sejumlah
program strategis sepanjang tahun 2025. Di antaranya Rapat Kerukunan (Rapor),
kunjungan ke rumah ibadah dan kampus, program “Kerukunan Masuk Sekolah” serta
“Sekolah Kerukunan”, hingga pembinaan Kampung Kerukunan, yang merupakan Icon Progran
Kemenag Kota Bandar Lampung. Ia menekankan bahwa keterlibatan generasi muda
menjadi kunci dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.
Sementara itu, Ketua FKUB Provinsi Lampung, Prof. H. Bahruddin,
mengapresiasi konsistensi FKUB Kota Bandar Lampung dalam menjaga kerukunan. Ia
menilai, sinergi antar-level FKUB penting untuk memastikan stabilitas di tengah
keragaman masyarakat perkotaan. Rekomendasi yang disampaikan antara lain
penguatan literasi digital anti-hoaks SARA, pelaksanaan workshop moderasi
beragama, serta replikasi program Kampung Kerukunan di wilayah lain di Provinsi
Lampung.
“Bandar Lampung telah menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain. Konsistensi ini harus terus dijaga agar kerukunan semakin kuat dan meluas,” tegasnya. (Mushollin/Ali)
Editor : Fadilah
