MTsN 2 Way Kanan mencatat babak baru dalam perjalanan literasi madrasah dengan upaya kreatif memperbarui majalah dinding (mading). Program yang digagas oleh Ibu Triwahyuni, guru Bahasa Indonesia kelas 8, bersama Kepala Perpustakaan, Inarotun Umiyati, ini bukan hanya sekadar mempercantik mading, tetapi juga memberikan ruang ekspresi bagi siswa untuk menyalurkan bakat mereka di bidang sastra dan seni.
Proses transformasi mading dilaksanakan pada hari Jumat, (22/11/2024), yang telah direncanakan secara matang. Kegiatan diawali dengan sesi brainstorming antara guru dan siswa. Ide-ide segar tentang desain, warna, dan tata letak dituangkan dalam diskusi yang berlangsung santai namun penuh antusias. "Kami ingin mading ini tidak hanya menjadi tempat pajangan karya, tetapi juga mencerminkan karakter dan kreativitas siswa MTsN 2 Way Kanan," ujar Ibu Triwahyuni.
Setelah konsep desain disepakati, langkah berikutnya adalah eksekusi. Para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan tugas yang berbeda, seperti membersihkan papan mading, mengganti material yang sudah usang, dan menyiapkan hiasan. Proses ini melibatkan berbagai keterampilan, mulai dari menggambar hingga merangkai dekorasi, sehingga menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.
Tidak hanya siswa, guru juga turun tangan membantu proses perbaikan. Kolaborasi ini menciptakan suasana kebersamaan yang kuat. "Saya merasa senang karena bisa langsung terlibat. Rasanya seperti membuat sesuatu yang besar bersama-sama," kata seorang siswa kelas 8 yang ikut serta dalam proses ini.
Hasil akhirnya adalah mading yang benar-benar baru, dengan tampilan yang jauh lebih segar dan menarik. Bingkai penuh warna, ilustrasi kreatif, dan penataan karya yang rapi membuat mading ini menjadi pusat perhatian di madrasah. Banyak siswa yang langsung mengajukan karya mereka untuk dipajang.
Kepala Perpustakaan, Inarotun Umiyati, menyebutkan bahwa transformasi ini sejalan dengan misi perpustakaan sebagai pusat literasi madrasah. "Mading baru ini adalah wujud nyata dari semangat literasi yang hidup di MTsN 2 Way Kanan. Kami bangga melihat antusiasme siswa dalam berkarya," ungkapnya.
Melihat suksesnya proses perbaikan ini, MTsN 2 Way Kanan berencana menjadikan mading sebagai media utama literasi madrasah. Program-program seperti lomba menulis, workshop desain, dan pameran karya akan dirancang untuk terus memanfaatkan mading sebagai sarana pembelajaran.
Transformasi mading ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara guru, siswa, dan perpustakaan dapat menciptakan inovasi yang berdampak besar. MTsN 2 Way Kanan berharap mading baru ini tidak hanya menjadi pajangan, tetapi juga simbol kebanggaan dan inspirasi bagi semua warga madrasah. (JN).
