Way Kanan, KUA Kasui (Humas) - - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kasui kembali hadir dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di hari ketiga yang berlangsung di aula Kampung Baru, Rabu (17/9). Kehadiran KUA pada forum ini menyusul partisipasi sebelumnya di tiga kampung lain, yakni Kampung Tangkas, Jukuh Kemuning, dan Gelombang Panjang, yang turut dihadiri Penyuluh Agama Islam sebagai perwakilan KUA Kasui. Partisipasi ini menjadi wujud dukungan KUA terhadap upaya pemerintah daerah menyusun rencana pembangunan yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, KUA Kasui
yang diwakili Penyuluh Agama Islam, Hidayat, menyampaikan bahwa pembangunan
fisik dan nonfisik harus berjalan beriringan, termasuk pembangunan di bidang
keagamaan. “KUA siap bersinergi dengan pemerintah kecamatan untuk memperkuat
peran keluarga, rumah ibadah, dan lembaga keagamaan sebagai bagian penting dari
pembangunan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, KUA Kasui juga
menekankan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama. Kerukunan dinilai
sebagai modal sosial utama yang menopang keberhasilan pembangunan
berkelanjutan. Pada forum tersebut, KUA turut menyampaikan delapan fungsi
pelayanan yang dimiliki, di antaranya pengawasan dan pencatatan nikah dan
rujuk, pelayanan zakat dan wakaf, pelayanan kemasjidan, konsultasi syariah,
penyuluhan agama, bimbingan keluarga sakinah, serta layanan lain yang mendukung
kehidupan beragama masyarakat.
Musrenbang hari itu dihadiri oleh
tim dari kecamatan, UPT Puskesmas, Penyuluh KB, perangkat kampung, serta tokoh
agama dan tokoh masyarakat. Kehadiran KUA Kasui dalam forum lintas sektor ini
diharapkan mampu memberikan masukan yang memperkaya arah kebijakan pembangunan,
agar tidak hanya menitikberatkan pada aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan
dimensi sosial dan spiritual.
Melalui partisipasi aktif pada Musrenbang, KUA Kasui menegaskan komitmennya sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis dan berkeadilan. Sinergi lintas sektor diharapkan dapat melahirkan program pembangunan yang inklusif, mendukung kesejahteraan, sekaligus memperkuat fondasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat Kasui. (Imama/Oksi/Dhany)