Way Kanan, MTsN 1 (Humas) --- Siswa kelas VII.5 MTsN 1 Way Kanan mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dengan materi teknik dasar start lari jarak pendek pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah ini dipandu oleh guru PJOK Tubagus Adi Kuswoyo.
Pagi itu, pukul 08.55 WIB, sekitar 31 siswa kelas VII.5 sudah berbaris rapi di lapangan madrasah yang luas. Mereka mengenakan seragam olahraga lengkap, siap menyambut pelajaran yang menyenangkan. Tubagus Adi Kuswoyo memulai sesi dengan pemanasan ringan selama 10 menit, diikuti penjelasan mendalam tentang teknik start lari jarak pendek, termasuk posisi crouch start, standing start, dan medium start.
Guru yang berpengalaman itu menekankan pentingnya teknik yang benar untuk menghindari cedera dan mencapai kecepatan optimal. "Teknik start yang baik adalah kunci sukses dalam lari jarak pendek, seperti yang diterapkan atlet Olimpiade. Hari ini, kita fokus pada crouch start agar siswa bisa melesat cepat dari garis start," jelas Tubagus Adi Kuswoyo sambil menggambar diagram sederhana di papan tulis lapangan.
Setelah penjelasan, Tubagus mempraktikkan langsung teknik-teknik tersebut di depan siswa. Ia berulang kali mendemonstrasikan posisi kaki, tangan, dan gerakan dorong tubuh, sambil menjelaskan timing melepaskan tangan dan hembusan napas. Siswa antusias menyaksikan, mencatat poin-poin penting, dan bertanya tentang kesalahan umum seperti start terlalu tegak.
Selanjutnya, siswa diajak praktik secara bergantian di bawah bimbingan langsung guru. Dibagi menjadi kelompok kecil, mereka berlatih start dari garis putih yang ditandai kapur, dengan jarak 10 meter. Tubagus berkeliling memberikan koreksi, seperti "Lengan lebih rileks, kaki belakang dorong kuat!" Suasana lapangan penuh semangat jeritan dukungan antar teman.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Susi Herawati, memantau kegiatan dan mengapresiasi dedikasi guru serta partisipasi siswa. "Pembelajaran PJOK seperti ini mendukung Kurikulum Merdeka, membangun fisik dan mental siswa. Kami harap teknik ini berguna di ekstrakurikuler atletik madrasah," ujarnya. Kegiatan diakhiri pendinginan dan doa, meninggalkan siswa lebih percaya diri dalam cabang olahraga lari. (Humas)
Penulis : Kartono
Editor : Anggithya