Mesuji, MTsN 1 (Humas) – Suasana semarak tampak menghiasi halaman MTsN 1 Mesuji saat siswa kelas VII mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang mengangkat materi permainan tradisional. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (14 Oktober 2025) ini menjadi pengalaman menarik bagi para siswa karena diperkenalkan dua jenis permainan tradisional yang sudah mulai langka, yakni egrang batok dan egrang bambu.
Permainan tradisional tersebut merupakan bagian dari materi Bab 3 dalam buku PJOK kelas VII, yang secara khusus membahas ragam permainan daerah sebagai warisan budaya bangsa. Dalam pembelajaran kali ini, siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan teori di kelas, tetapi juga praktik langsung di lapangan.
Guru olahraga MTsN 1 Mesuji, Andra, menjelaskan bahwa pembelajaran ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal sekaligus mengasah keterampilan motorik siswa. “Permainan tradisional seperti egrang ini mengajarkan banyak hal—melatih keseimbangan, koordinasi, serta keberanian. Ini juga merupakan bentuk pelestarian budaya yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda,” terang Andra.
Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting di tengah maraknya permainan digital yang cenderung membuat anak kurang bergerak secara aktif.
Siswa tampak antusias mencoba permainan yang belum pernah mereka mainkan sebelumnya. Tidak sedikit yang sempat terjatuh saat mencoba berjalan dengan egrang, namun tetap semangat dan mencoba kembali. Salah satu siswa, Bento, menyampaikan kesan unik setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Awalnya kelihatan gampang, tapi pas naik egrang ternyata susah juga, sering jatuh. Tapi lama-lama bisa juga. Kata Bu Andra ini buat melatih keseimbangan. Jadi sekarang aku tahu, main tradisional itu juga bisa buat olahraga,” kata Bento.
Kegiatan ini diharapkan bisa memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda serta menghidupkan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna lebih menyenangkan dan bermakna. (AW)
Editor : Fadilah
