Lampung (Humas) --- Ketua Badan Pengasuh RA Perwanida I Bandar Lampung, Ny. Siti Aisyah Zulkarnain, menyebut RA Perwanida I sebagai rumah pertama pembentukan karakter anak yang menjadi fondasi penting sebelum mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Temu Pamit dan Pentas Seni Siswa-Siswi RA Perwanida I Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2025/2026 di Ballroom Swiss-Belhotel Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DWP Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Ny. Fenny Maradonna.
"Ingatlah selalu RA Perwanida I sebagai rumah pertama dalam tumbuh kembang kalian. Di sinilah kalian belajar berbagi, berteman, mengenal guru, huruf, dan angka pertama. Kenangan bersama teman-teman dan guru di sini adalah harta yang tidak ternilai harganya," ujar Siti Aisyah di hadapan para siswa, orang tua, dan dewan guru.
Menurutnya, kegiatan temu pamit bukan sekadar seremoni pelepasan peserta didik, melainkan momentum penting yang menandai babak baru dalam perjalanan pendidikan anak-anak. Ia menggambarkan perubahan para siswa yang dahulu datang dengan langkah kecil dan tangis saat berpisah dengan orang tua, kini telah tumbuh menjadi anak-anak yang lebih mandiri, percaya diri, dan siap melanjutkan pendidikan ke sekolah dasar.
"Temu pamit ini menandai sebuah babak baru dalam perjalanan hidup putra-putri kita. Waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin kita mengantar mereka pada hari pertama sekolah, dan hari ini kita menyaksikan anak-anak yang cerdas, berani, dan penuh bakat siap melangkah ke jenjang berikutnya," katanya.
Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi kepada Kepala RA Perwanida I beserta seluruh dewan guru yang telah mendidik dan membimbing peserta didik dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini membutuhkan dedikasi dan ketulusan yang tinggi karena pada masa tersebut karakter dan nilai-nilai dasar kehidupan mulai dibentuk.
"Dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan kasih sayang, para guru telah mendidik dan membimbing anak-anak. Mendidik anak usia dini bukan pekerjaan yang mudah, tetapi hasilnya sangat menentukan masa depan mereka," ujarnya.

Kepada para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar, Siti Aisyah berpesan agar tetap menjadi anak yang saleh dan salehah, menghormati orang tua dan guru, serta tidak pernah berhenti belajar dan bermimpi.
Ia juga mengajak para orang tua untuk terus mendampingi proses pendidikan anak-anak dengan memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
"Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang kita ajarkan, tetapi lebih banyak dari apa yang mereka lihat setiap hari. Karena itu, kehadiran orang tua secara fisik, emosional, dan keteladanan sangat penting dalam membentuk karakter mereka," tuturnya.
Sementara itu, Kepala RA Perwanida I Bandar Lampung, Lilis Listiana, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan temu pamit dan pentas seni yang menjadi momen berharga bagi seluruh keluarga besar RA Perwanida I.
Ia mengucapkan terima kasih kepada para wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada RA Perwanida I Bandar Lampung.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami untuk mendidik dan mendampingi putra-putri Bapak dan Ibu. Kami juga memohon maaf apabila selama proses pembinaan dan pendampingan masih terdapat kekurangan," kata Lilis.
Lilis menjelaskan, pada tahun pelajaran 2025/2026 jumlah peserta didik RA Perwanida I mencapai 97 anak yang terdiri atas 22 siswa kelas A dan 75 siswa kelas B. Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 siswa akan melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar.
Ia berharap seluruh peserta didik dapat terus tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu meraih cita-cita yang diimpikan.
Pada kesempatan yang sama, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Masniati, menegaskan bahwa pendidikan di Raudhatul Athfal merupakan fase fondasi dalam pembentukan karakter anak.
Menurutnya, pada usia dini anak-anak lebih ditekankan pada pembiasaan nilai-nilai positif seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan sikap hormat kepada orang tua maupun guru.
"RA adalah fase fondasi. Karakter anak dibentuk melalui berbagai pembiasaan positif yang menjadi bekal penting untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya," ujar Masniati.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik selama menempuh pendidikan di RA Perwanida I.
Kegiatan temu pamit dan pentas seni berlangsung meriah dengan berbagai penampilan siswa yang menampilkan kreativitas, bakat, serta keberanian tampil di hadapan Ketua dan jajaran Pengurus DWP Kanwil Kemenag Lampung, orang tua dan tamu undangan. Acara tersebut menjadi penutup perjalanan pendidikan anak-anak di RA Perwanida I sekaligus awal langkah mereka menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.(Humas)