Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Pembukaan acara Penilaian Kinerja Kelompok Kerja Kepala Kepala Raudhatul Athfal (KKKRA) Lampung Barat digelar. Tema yang diusung adalah "Evaluasi Penilaian Kinerja Kepala Raudhatul Athfal dan Penerapan Deep Learning pada Raudhatul Athfal" . Tampak hadir Ketua Pokjawas Erpinsyah Putra, S.Ag, Penyelia APBN Suherman, S.Kom, MM, seluruh Kepala RA dan Ikatan Guru Raudhatul Athfal se Kabupaten Lampung Barat. Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat. Senin, 26 Mei 2025.
Mewakili sambutan Kasi Penmad, Suherman mengatakan bahwa penilaian kinerja ini dilaksanakan untuk mengembangkan kompetensi para guru. Selain itu, Ia mengatakan bahwa pentingnya penerapan prinsip-prinsip integratif antara pembelajaran dan pendidikan dalam setiap aspek kegiatan belajar mengajar di Raudhatul Athfal.
"Dengan mengintegrasikan pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan, diharapkan anak-anak dapat mengembangkan keterampilan, berpikir kritis dan kreatif sejak dini. Peran para guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan holistik anak," ungkapnya.
Lebih lanjut, Suherman juga menjelaskan terkait deep learning atau pembelajaran mendalam, yaitu pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, makna, dan kegembiraan dalam proses belajar anak usia dini. Ini berbeda dengan pembelajaran permukaan yang lebih fokus pada hafalan dan fakta.
"Adapun prinsip-prinsip Deep Learning untuk Anak Usia Dini pertama ialah; Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna); Pembelajaran yang relevan dengan konteks kehidupan anak, di mana mereka dapat menghubungkan apa yang mereka pelajari dengan pengalaman sehari-hari mereka," katanya.
Kedua, Mindful Learning (Pembelajaran Berkesadaran); Pembelajaran yang melibatkan kesadaran dan perhatian penuh pada proses belajar, membantu anak untuk memahami dan menghargai pengetahuan yang mereka dapatkan.
"Dan yang ketiga ialah Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan); Pembelajaran yang menyenangkan dan menarik bagi anak, sehingga mereka merasa termotivasi untuk belajar dan semangat melakukan eksplorasi," paparnya.
Terakhir, Ia juga menambahkan bahwa evaluasi kinerja kepala Raudhatul Athfal harus dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa standar pendidikan yang diharapkan dapat tercapai. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara kepala sekolah, guru, dan orang tua dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif. (Boy/K.TU/mela basyar)