Lampung Tengah, Kemenag (Humas)- Komitmen dalam membangun generasi muda yang berkarakter, religius, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman terus diperkuat oleh Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah melalui pembinaan berkelanjutan di tengah masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui keterlibatan aktif para Penyuluh Agama Hindu sebagai narasumber dalam kegiatan Pasraman Kilat ke-27 yang digelar di Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan yang diikuti pemuda-pemudi Hindu dari wilayah barat Kabupaten Lampung Tengah tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan keagamaan untuk menanamkan nilai spiritual, memperkuat moral generasi muda, sekaligus membentuk karakter yang tangguh di tengah dinamika kehidupan modern yang terus berkembang.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah hadir memberikan materi pembinaan, yakni I Ketut Ginada, Darwiyati, Wayan Tini Widyawati, I Wayan Johni Artadi, Luh Wayan Ratmaya, dan I Gusti Ngurah Adi Narendra Yoga.
Berbagai materi strategis disampaikan kepada peserta, mulai dari penguatan Sraddha dan Bhakti, penanaman nilai-nilai dharma, pembangunan karakter generasi muda, hingga penguatan pemahaman keagamaan sebagai fondasi menghadapi perubahan sosial yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi dan arus informasi global.
Salah satu narasumber, I Ketut Ginada, menegaskan bahwa kemajuan teknologi digital membawa manfaat besar bagi kehidupan masyarakat, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan serius terhadap pola pikir dan perilaku generasi muda apabila tidak dibarengi dengan penguatan nilai spiritual.
Menurutnya, generasi muda Hindu harus memiliki pondasi keagamaan yang kuat agar mampu menyaring informasi dengan bijak, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, serta tetap menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya pembinaan keagamaan, kegiatan Pasraman Kilat juga menghadirkan materi pengembangan diri yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini, seperti etika bermedia digital, kepemimpinan, tanggung jawab sosial, hingga pentingnya menjaga identitas budaya Hindu di tengah kehidupan masyarakat yang semakin modern dan terbuka.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah berharap lahir generasi muda Hindu yang tidak hanya memiliki Sraddha dan Bhakti yang kokoh, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter luhur, cerdas dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, serta mampu menjadi teladan positif di lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pembinaan keagamaan tidak hanya berfokus pada penguatan ibadah semata, melainkan juga membentuk generasi masa depan yang siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri, nilai budaya, serta komitmen terhadap ajaran agama.
Humas Lampung Tengah