Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Barat menerima kunjungan perwakilan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI pada Senin pagi, 4 Agustus 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Pesisir Barat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dan pemantauan pelaksanaan sistem Education Management Information System (EMIS) tahun anggaran 2025.
Pendampingan ini difokuskan pada pengelolaan data Pendidikan Agama Islam (PAI), Madrasah, dan Pondok Pesantren. Tujuannya adalah memastikan akurasi, kelengkapan, dan validitas data EMIS yang menjadi dasar pengambilan kebijakan strategis pendidikan Islam.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenag Pesisir Barat, Hikmat Tutasry, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam, Ahmad Khotob, serta para kepala madrasah di lingkungan Kemenag Pesisir Barat, antara lain Kepala MAN 1 Pesisir Barat Arief Budiman dan Kepala MIN 1 Pesisir Barat Hefzon Kurnia.
Tenaga Ahli Sekretariat Ditjen Pendis, Anwar, yang hadir mewakili pusat, dalam arahannya menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari agenda strategis nasional dalam meningkatkan kualitas pengelolaan data pendidikan Islam.
“Data EMIS bukan sekadar kumpulan angka, melainkan fondasi perencanaan dan pengambilan kebijakan pendidikan Islam yang berdampak langsung pada madrasah, guru, siswa, dan lembaga keagamaan lainnya,” ujar Anwar.
“Kami ingin memastikan bahwa proses input data berjalan sesuai dengan standar nasional, tidak ada kekeliruan, dan semua pihak memahami pentingnya akurasi dan integritas data,” tambahnya.
Anwar juga mengingatkan bahwa validitas data akan berpengaruh pada banyak aspek, seperti alokasi dana BOS, tunjangan guru, pembangunan sarana prasarana, serta pengembangan kapasitas lembaga pendidikan Islam.
Plt. Kepala Kemenag Pesisir Barat, Hikmat Tutasry, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian dari Ditjen Pendis. Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk menindaklanjuti hasil pendampingan dan meningkatkan tata kelola data EMIS.
“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dan pemantauan ini. Data yang akurat adalah kunci untuk membangun pendidikan Islam yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Hikmat.
Senada, Kepala Seksi Pendidikan Islam, Ahmad Khotob, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mengidentifikasi persoalan-persoalan teknis yang dihadapi oleh operator data di madrasah dan pondok pesantren.
“Melalui forum ini, kami mendapat solusi langsung dari tim pusat. Kami berharap sinergi ini bisa terus berlanjut untuk mendukung transformasi digital pendidikan Islam,” ungkap Ahmad.
"Kemenag Pesisir Barat menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan setiap rekomendasi dari Ditjen Pendis. Dengan data EMIS yang semakin akurat, diharapkan proses perencanaan pendidikan Islam dapat berjalan lebih transparan, adil, dan berorientasi pada mutu," tandasnya.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi diskusi interaktif, pemeriksaan dan evaluasi data EMIS PAI, Madrasah, dan Pondok Pesantren, serta penyusunan rekomendasi perbaikan. Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya nasional dalam memperkuat integritas data pendidikan Islam.(Richard/Anggithya)