Metro, MAN 1 (Humas) -- Setelah menghadiri Stadium General di UIN Metro, Plt. Sekretaris Ditjen Pendis Kemenag RI Dr. Thobib Al Asyhar, S. Ag., M. Si menyambangi MAN 1 Metro guna memberikan wawasan keilmuwan dan informasi langsung kepada dewan guru dan karyawan terkait Bullying dan kekerasan yang terjadi di madrasah akhir – akhir ini.
Dalam kunjungan ke MAN 1 Metro pada Kamis siang tanggal 3 Oktober 2024, Thobib Al Asyhar di damping oleh H. Ahmad Rifa’I, S.E., M.M selaku Kabid Penmad Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Prof. Dr. Hj. Siti Nurjanah, M. Ag., PIA selaku Rektor UIN Metro, H. Abdul Haris, S. Ag., M. M selaku Kepala Kantor Kemenag Metro, dan H. Indrajaya, S. Ag., M.A.P selaku Kepala Kemenag Kabupaten Lampung Timur.
Setidaknya ada tiga poin penting yang disampaikan oleh narasumber, yang pertama menebarkan ayat – ayat Allah, yang kedua bagaimana madrasah dan guru menjadi contoh bagi masyarakat dan yang terakhir madrasah dan guru mengajarkan ilmu kebaikan dan hikmah dengan bijaksana.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut Thobib Al Asyhar menyampaikan bahwa beliau sangat senang bisa bertemu dengan para guru yang ada di setiap daerah termasuk di Metro.
‘Kita di madrasah ini sedang menghadapi persoalan yang serius. Bisa jadi seperti bola salju atau gunung es yang kita tidak akan tahu apa yang terjadi sesungguhnya. Ini menjadi PR untuk kita semua untuk betul – betul pendik, kepala madrasah untuk menjaga anak didik kita, ‘ungkapnya.
‘Ada tiga tugas kenabian seorang guru, yang pertama yaitu membacakan ayat – ayat Allah untuk memberikan penguatan kepada anak didik kita.untuk meningkatkan tauhid dan kepercayaan kepada Allah SWT. Jadi semua hal yang berhubungan dengan pembelajaran itu harus diarahkan membangun kepercayaan dan tauhid. Yang kedua, yaitu membersihkan jiwa – jiwa anak didiknya dan menjadi teladan bagi mereka serta jadilah guru yang inspiratif. Dan yang bertugas sebagai pengajaran transfer of knowledge itu yang ketiga yaitu mengajarkan ilmu pengetahuan dan kearifan wal hikmah.’
‘Jangan jadikan madrasah seperti sekolah. Biarlah sekolah seperti sekolah yang berkembang sesuai dengan aturannya. Tapi jadilah madrasah dengan karakteristik keislaman karena madrasah lahir dari rahim pondok pesantren dan rahim masjid, ‘jelasnya.
Selain memberikan wawasan keilmuan kepada dewan guru dan karyawan, Thobib Al Asyhar juga melakukan interaksi langsung dengan siswa di kelas. Menyapa dan memberikan motivasi belajar di tengah – tengah rehat asesmen tengah semester berlangsung. Selain itu juga, tak lupa memberikan pemahaman kepada siswa tentang sikap dan adab seorang siswa madrasah. Thobib berharap agar para siswa tidak segan untuk menunjukkan nilai – nilai keislaman yang diajarkan di madrasah ini.
Tak lupa Thobib juga mengecheck kelas – kelas yang ada di gedung SBSN yang baru saja selesai pengerjaannya dan sudah di resmikan oleh KaKanwil Kemenag Lampung beberapa minggu yang lalu. Mulai dari ruang kelas, fasilitas penunjang yang ada di dalam kelas sampai toilet dan kebersihan yang ada di MAN 1 Metro. (Jr/Anggithya)
