Pringsewu, Di era modern yang ditandai dengan cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru harus adaptif pada perubahan, khususnya dalam dunia pendidikan. Pendidikan terus berkembang dan guru perlu mengikuti perkembangan teknologi dan metode pengajaran terbaru agar tetap relevan.
“Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, guru harus mampu adaptasi terhadap perubahan di era digital,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Lampung, H Puji Raharjo, saat memberikan pembinaan pada tenaga pendidik dan kependidikan MAN 1 Pringsewu di Gedung Serba Guna (GSG) madrasah setempat, Rabu (12/6/2024).
"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh guru di MAN 1 Pringsewu untuk memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Penggunaan e-learning, multimedia, dan alat digital lainnya harus dioptimalkan untuk meningkatkan keterlibatan siswa," ujarnya.
Selain adaptif, pengembangan keterampilan abad 21 yang meliputi keterampilan kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikasi juga harus diperkuat. "Integrasikan keterampilan abad 21 dalam kurikulum kita. Hal ini akan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan," ajaknya.
"Fokuslah pada kebutuhan dan potensi setiap siswa. Kembangkan metode pembelajaran yang lebih personal dan adaptif," katanya.
Untuk meningkatkan kompetensi, ia juga mendorong para guru untuk terus mengembangkan diri melalui pelatihan, workshop, dan mengikuti seminar atau konferensi pendidikan. "Kolaborasi antar guru sangat penting. Berbagi pengetahuan dan praktik terbaik adalah kunci untuk mengatasi tantangan dalam pengajaran," jelasnya.
Ia menyebut guru sebagai profesi yang luar biasa. Tidak semua orang bisa menjadi guru yang bisa mengubah hal biasa menjadi luar biasa dan ia ibaratkan mampu menyulap batu sungai menjadi bangunan yang indah.
Terlebih di era zaman di mana murid mengalami banyak perubahan terutama sikap dan karakternya. Menurutnya, anak zaman sekarang lebih berpikir simpel dan tidak terlalu memikirkan masa depan. Karena memang perubahan saat ini sulit untuk diduga-duga. Semua bisa berubah dengan cepat.
“Anak zaman sekarang lebih milih memikirkan esok saja, Kurang memikirkan masa depan. Ini menjadi tantangan para pendidik untuk memotivasi siswa guna menguatkan daya juang yang cenderung melemah dari anak-anak era kini,” ungkapnya.
Terlebih masalah akhlak, ia meminta para guru benar-benar mampu membimbing para pelajar agar bisa memanusiakan manusia lain dan tidak apatis terhadap kondisi lingkungan. Dunia maya sedikit demi sedikit telah mengikis solidaritas dan rasa kebersamaan sehingga ini menjadi tugas penting bagi pendidik.
Kehadiran Kakanwil ke MAN 1 Pringsewu juga untuk meresmikan Gedung Serba Guna (GSG) MAN 1 Pringsewu yang merupakan GSG madrasah terbesar di Provinsi Lampung. GSG ini berfungsi sebagai pusat kegiatan dan acara di satu-satunya madrasah aliyah negeri di Bumi Jejama Secancanan tersebut. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kakanwil didampingi Kepala MAN 1 Pringsewu Fathul Bari. (Muhammad Faizin)
