Tanggamus Kemenag (Humas) -- Keseriusan
Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus dalam mendukung pendidikan keagamaan
kembali terlihat. Melalui kegiatan monitoring di TPQ Al-Ikhlas, Kecamatan
Talangpadang, Surana, S.Pd.I., dan Reni Setiawati, S.Pd., memastikan bantuan
operasional pendidikan (BOP) dimanfaatkan sesuai tujuan. Langkah ini bukan
sekadar formalitas, tetapi bukti nyata untuk memastikan setiap rupiah yang
dialokasikan berdampak langsung bagi pembinaan generasi muda.
Di TPQ Al-Ikhlas, suasana belajar tampak hidup. Sebanyak 36 santri yang terdiri dari 19 anak laki-laki dan 17 anak perempuan menerima pembelajaran yang dibimbing oleh lima pengajar—satu ustaz dan empat ustazah. Materi yang diajarkan mencakup 10 komponen utama, mulai dari pembacaan Al-Qur'an hingga pendidikan akhlak. Monitoring ini memberikan ruang untuk mengevaluasi metode pengajaran, fasilitas, hingga pencapaian santri dalam memahami ilmu agama.
"Kami memastikan bahwa
pengelolaan dana berjalan transparan dan bermanfaat bagi keberlangsungan
program pembelajaran di TPQ," terang Reni Setiawati. Pendekatan yang
dilakukan tim monitoring tak sekadar menilai, tetapi juga memberikan pembinaan untuk
menjadikan TPQ lebih produktif dan profesional dalam mengelola pembelajaran.
Selain di Talangpadang, tim juga
melanjutkan kegiatan serupa di TPQ Bahrul Ulum yang terletak di Desa Kebumen,
Kecamatan Sumberejo. Di tempat ini, fokus tidak hanya pada evaluasi dana,
tetapi juga pada keberlanjutan penyelenggaraan TPQ untuk Tahun Pelajaran
2024/2025. Semangat santri dan dedikasi para pengajar menjadi sorotan dalam
kunjungan tersebut, mencerminkan betapa pentingnya peran TPQ di tengah
masyarakat.
Menurut Surana, monitoring rutin
ini memiliki misi lebih besar. “Ini bukan hanya tentang mengawasi penggunaan
dana, tetapi juga menguatkan peran lembaga pendidikan agama sebagai tempat
pembentukan karakter generasi muda. TPQ harus menjadi pilar utama pendidikan
spiritual yang kokoh,” ujarnya. Pernyataan ini seolah menegaskan komitmen
Kemenag untuk terus mendorong peningkatan mutu TPQ di Tanggamus.
Kegiatan seperti ini menjadi angin segar bagi lembaga pendidikan Islam di daerah. Tidak hanya memberikan solusi atas kendala operasional, tetapi juga memberikan harapan baru untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Dengan pengelolaan yang profesional dan dukungan penuh dari Kemenag, TPQ di Tanggamus berpotensi menjadi motor utama pembentukan generasi yang religius, cerdas, dan berakhlak mulia. (FransMela Basyar)
