Tanggamus, MTsN 2 (Humas)-HARDIKNAS (Hari Pendidikan Nasional) juga dikenal sebagai Hari Pendidikan, dalam bahasa Inggris yaitu Education Day adalah perayaan atau peringatan tahunan di Indonesia untuk memperingati ulang tahun kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor Pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya.
Hari nasional ini ditetapkan melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959. Selain Hardiknas, Hari pendidikan juga diperingati oleh masyarakat sedunia. Menyambut Hari Pendidikan merupakan momentum khusus untuk manfaat pendidikan di Indonesia maupun internasional bahkan di seluruh dunia.
Pagi ini tepat hari Jum’at (02/05), pukul 07.30 WIB, MTsN 2 Tanggamus menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025 di halaman MTsN 2 Tanggamus yang diikuti oleh selurun pendidik, tenaga kependidikan dan siswa siswi MTsN 2 Tanggamus.
Pada kesempatan ini, Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 2 Tanggamus di bawah binaan Agusrijaya, S.Ag selaku Pembina OSIM bertugas sebagai pelaksana Upacara.
Kepala MTsN 2 Tanggamus, H. Nurzaman, S.Pd, M.Pd sebagai Pembina Upacara Peringatan Hardiknas, dalam amanatnya membacakan naskah teks pidato dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia,.
Abdul Mu’ti berpesan guru diharapkan dapat menjadi agen pembelajaran dan agen peradaban, para guru tidak hanya menjadi fasilitator pembelajaran tetapi juga mentor dan konselor para murid, guru adalah orang tua yang senantiasa berada di sisi para murid dalam suka dan duka serta memandu para muridnya mencapai cita-cita, “papar Nurzaman.
Nurzaman menambahkan sebagai pendidik sangat penting mengenang peran serta jasa para tokoh pendidikan nasional, termasuk Ki Hajar Dewantara, yang memiliki kontribusi besar dalam memajukan sistem pendidikan di Indonesia.
"Upacara Hari Pendidikan Nasional ini tidak hanya sebagai momen untuk mengenang peran Ki Hajar Dewantara, tetapi juga sebagai momentum untuk terus memperjuangkan visi dan misi beliau dalam memajukan sistem pendidikan di Indonesia,".
“Oleh karena itu mari kita semarakkan hari ini dengan semangat untuk meneruskan perwujudan merdeka belajar, mendidik generasi pancasila yang cerdas dan berkarakter, serta membawa Indonesia melompat ke masa depan dengan pendidikan yang merdeka, “kata Nurzaman di akhir amanatnya. (Idef/Mela Basyar).
