Bandar Lampung, Kemenag (Humas) – Ustadz H. Imam Asyrofi, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Bandar Lampung, menyampaikan taushiyah dalam kultum usai salat Zuhur pada hari ke-13 bulan Ramadan, Kamis, 13 Maret 2025. Bertempat di Masjid Alamal lingkungan Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, beliau mengangkat tema “Hikmah Puasa bagi Kesehatan Mental dan Fisik” dengan mengaitkannya pada golongan yang dirindukan surga sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Mengawali taushiyahnya, Ustadz Imam berkata, Beliau menegaskan bahwa puasa Ramadan tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi kesehatan mental dan fisik.
Berdasarkan sabda Rasulullah, Ustadz Imam menyebutkan empat golongan yang dirindukan surga. Pertama, mereka yang gemar mentadarus Al-Qur’an. “Membaca Al-Qur’an bukan sekadar ibadah, tetapi juga terapi jiwa yang menenangkan hati, sebagaimana firman Allah dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28. Satu huruf bernilai 10 hingga 70 kebaikan—bayangkan, 19 huruf bisa jadi 1.330 kebaikan,” ujarnya. Beliau menyarankan agar tadarus dijadikan kebiasaan harian, bahkan pasca-Ramadan, untuk menjaga stabilitas emosi dan kesehatan mental.
Golongan kedua adalah orang
yang mampu menjaga lisan. “Puasa melatih kita mengendalikan ucapan. Lisan yang
terjaga mencegah stres akibat konflik, seperti dari berbohong, ghibah, atau
fitnah, yang merusak puasa dan kesehatan jiwa,” paparnya. Beliau menyebut lima
hal yang mengurangi kualitas puasa—berbohong, mengadu domba, sumpah palsu,
ghibah, dan ucapan sia-sia—sebagai musuh kesehatan mental yang harus dihindari.
Ketiga, mereka yang suka memberi makan dan minuman kepada sesama. “Sedekah di bulan Ramadan, seperti berbagi makanan, tidak hanya menyehatkan fisik penerima, tetapi juga membawa kebahagiaan batin bagi pemberi,” ungkapnya. Beliau menambahkan bahwa kebiasaan ini mencerminkan sifat dermawan yang menyehatkan jiwa dan tubuh melalui kepuasan spiritual.
Ustadz Imam juga menyentuh aspek fisik dan mental melalui kewajiban menutup aurat, khususnya bagi wanita, dengan merujuk Surah Al-Ahzab ayat 59 dan An-Nur ayat 31. “Mengajarkan anak gadis menutup aurat melatih disiplin diri dan rasa percaya diri, yang baik untuk kesehatan mental. Secara fisik, pakaian syar’i melindungi kulit dari paparan berlebih,” tegasnya.
Di penghujung taushiyah, beliau menyayangkan masih adanya yang tidak menghormati Ramadan, seperti makan di siang hari atau berkata sinis. “Ini tantangan kita untuk tetap sabar dan sehat jiwa. Puasa melatih kesabaran, yang menjadi kunci kesehatan mental di bulan ini,” tutupnya, diakhiri dengan, “Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
Taushiyah Ustadz H. Imam Asyrofi menyoroti hikmah puasa Ramadan yang menyehatkan mental melalui tadarus Al-Qur’an, pengendalian lisan, dan kesabaran, serta fisik melalui sedekah dan menutup aurat. Beliau mengajak jamaah memanfaatkan Ramadan untuk meraih kesehatan jiwa dan tubuh sekaligus menjadi golongan yang dirindukan surga. (Mushollin)
