Search

Workshop Kurikulum Berbasis Cinta, Zulkarnain Tekankan Penguatan Karakter dan Implementasi Moderasi Beragama dalam Pendidikan Humanis

workshop-kurikulum-berbasis-cinta-zulkarnain-tekankan-penguatan-karakter-dan-implementasi-moderasi-beragama-dalam-pendidikan-humanis
Fotografer: Humas Kanwil

Bandar Lampung, Kemenag (Humas) --- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bandar Lampung menggelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta yang difasilitasi Loka Diklat Keagamaan Bandar Lampung pada Senin, 05 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat penerapan kurikulum madrasah yang berfokus pada pembentukan karakter peserta didik melalui nilai cinta, moderasi beragama, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin.

Workshop dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, yang juga menyampaikan materi utama. Kegiatan ini diikuti pengelola pendidikan madrasah, guru, dan pemangku kepentingan guna menyamakan persepsi penerapan kurikulum berbasis nilai di madrasah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Ahmad Rifa’i, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung Makmur, Kepala Loka Diklat Keagamaan Bandar Lampung Agus Apriansyah, Kasi Pendidikan Madrasah Said Karimin, Ketua Tim GTK Roswidan, Ketua Tim Kelembagaan Alamsyah, Kepala MAN 1 Bandar Lampung Lukmanul Hakim, para narasumber, jajaran Kanwil dan Kankemenag Kota Bandar Lampung, tim manajemen, guru MAN, serta anggota Kelompok Kerja Madrasah.


Dalam arahannya, Zulkarnain menegaskan bahwa kurikulum berbasis cinta merupakan penguatan kebijakan Kementerian Agama dalam membangun pendidikan keagamaan yang humanis, inklusif, dan berkarakter. Madrasah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama, lingkungan, dan bangsa sebagai fondasi pembelajaran.

Ia menjelaskan bahwa kurikulum berbasis cinta selaras dengan kebijakan Moderasi Beragama dan implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah. Nilai-nilai tersebut diintegrasikan ke dalam pembelajaran, perangkat ajar, dan budaya satuan pendidikan, sehingga proses belajar tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga sikap dan keterampilan yang berlandaskan kasih sayang, toleransi, keadilan, dan tanggung jawab.

Zulkarnain menambahkan, guru berperan sebagai teladan dalam menginternalisasikan nilai tersebut melalui pembelajaran kontekstual dan lingkungan belajar yang aman serta menghargai keberagaman. Kurikulum ini diharapkan melahirkan lulusan madrasah yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Bandar Lampung Lukmanul Hakim menyampaikan bahwa workshop ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi guru dan manajemen madrasah agar mampu mengimplementasikan kurikulum secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, MAN 1 Bandar Lampung menegaskan komitmennya mendukung kebijakan Kementerian Agama dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang unggul, moderat, dan berlandaskan nilai cinta. (Humas)

Editor: Fadilah


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil