Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan bahwa kegiatan donor darah merupakan wujud nyata kepedulian kemanusiaan Kementerian Agama. Menurutnya, setetes darah yang didonorkan mampu menjadi harapan hidup bagi sesama yang membutuhkan.
Hal tersebut disampaikan Zulkarnain saat menghadiri kegiatan Donor Darah dan Bakti Sosial yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, di lingkungan Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung.
“Setetes darah yang kita donorkan bukan sekadar cairan medis, tetapi menjadi harapan hidup bagi sesama. Darah itu mampu menyelamatkan nyawa manusia yang sedang berada dalam kondisi kritis,” ujar Zulkarnain.
Ia menegaskan, peringatan Hari Amal Bhakti tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus diisi dengan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Donor darah, menurutnya, merupakan salah satu bentuk bakti Kementerian Agama kepada kemanusiaan.
“Di usia ke-80 tahun ini, Kementerian Agama harus semakin memperkuat peran sosialnya. Kita hadir bukan hanya untuk pelayanan keagamaan, tetapi juga untuk menjawab persoalan-persoalan kemanusiaan,” katanya.
Zulkarnain menjelaskan bahwa donor darah bukan sekadar tindakan medis yang bersifat teknis, melainkan bentuk pertolongan nyata terhadap sesama manusia. Darah memiliki peran vital dalam menopang kerja jantung, mengalirkan oksigen ke otak, serta menjaga fungsi organ tubuh agar tetap bekerja dengan baik.
Ia juga mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Maidah ayat 2 dan 32 yang menyebutkan bahwa barang siapa yang menyelamatkan satu nyawa manusia, maka seakan-akan ia telah menyelamatkan seluruh manusia.
“Apa yang kita lakukan hari ini, insya Allah bernilai ibadah dan menjadi amal jariah. Tidak ada kebaikan yang sia-sia ketika dilakukan dengan keikhlasan,” ujarnya.
Selain bernilai kemanusiaan, Zulkarnain juga memaparkan berbagai manfaat donor darah bagi kesehatan pendonor, antara lain menjaga keseimbangan zat besi dalam tubuh, meningkatkan produksi sel darah merah, membantu menjaga kesehatan jantung, serta mendeteksi penyakit sejak dini melalui pemeriksaan kesehatan sebelum donor.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Makmur, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Donor Darah dan Bakti Sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HAB Kementerian Agama ke-80 Tahun 2026 di lingkungan Kemenag Kota Bandar Lampung.
"Melalui kegiatan donor darah ini, kami ingin menegaskan bahwa peringatan Hari Amal Bhakti tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Makmur.
Ia menyebutkan, tujuan pelaksanaan kegiatan ini antara lain sebagai wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan Kementerian Agama kepada masyarakat yang membutuhkan darah, menumbuhkan semangat solidaritas, empati, dan gotong royong di lingkungan ASN, serta membantu memenuhi ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI).
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana implementasi nilai-nilai moderasi beragama melalui aksi nyata kemanusiaan, sekaligus memperkuat kebersamaan, kekeluargaan, dan silaturahmi di lingkungan keluarga besar Kemenag Kota Bandar Lampung.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi, menjaga kerukunan umat beragama, serta menumbuhkan semangat pengabdian ASN Kementerian Agama kepada masyarakat,” kata Makmur.
Selain kegiatan donor darah, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan donasi kemanusiaan dari Kementerian Agama Kota Bandar Lampung kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Zulkarnain, untuk selanjutnya disalurkan kepada korban banjir bandang di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Donasi yang dihimpun dari keluarga besar Kemenag Kota Bandar Lampung tersebut berjumlah Rp185.832.000,00 sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana alam.
Selain itu, pihak Kemenag Kota Bandar Lampunh juga menyalurkan bantuan kepada 10 Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa di Kota Bandar Lampung. Paket bantuan yang diberikan meliputi Sembako yang berisikan 100 kg Beras, 20 kaleng sarden, 20 kaleng susu, 20 liter minyak goreng, 20 kg gula pasir, 20 kg tepung terigu, dan 2 dus mie instan serta uang Tunai sebesar Rp. 4.000.000.
